JAKARTA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada Selasa (27/01/2026). Kehadiran Sugiono di kompleks parlemen tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan resmi Komisi I untuk membahas evaluasi kinerja Kementerian Luar Negeri sepanjang tahun 2025 sekaligus rencana program kerja pada 2026.
Sugiono tiba di Gedung DPR RI sekitar pukul 12.22 WIB. Setibanya di lokasi, ia tampak disambut dan didampingi Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menuju ruang rapat. Keduanya berjalan berdampingan sambil menyapa awak media yang telah menunggu sejak siang hari.
Momen kedatangan tersebut turut menarik perhatian wartawan lantaran beredarnya isu perombakan kabinet atau reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Subianto. Nama Budisatrio Djiwandono disebut-sebut sebagai salah satu figur yang dikabarkan berpeluang masuk jajaran menteri, bahkan disebut akan mengisi posisi Menteri Luar Negeri. Sementara itu, Sugiono diisukan akan kembali fokus pada aktivitas politik di internal Partai Gerindra.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Budisatrio memilih memberikan jawaban singkat dan bernada diplomatis. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya masih menjalankan tugas sebagai pimpinan Komisi I DPR RI dan belum mengetahui adanya rencana perombakan kabinet.
“Tugas kita tetap sekarang di Komisi I,” ucap Budi.
Ia juga meminta agar agenda rapat kerja tetap menjadi fokus utama. “Terima kasih teman-teman sebentar lagi kita mau raker,” tambahnya.
Sugiono yang berada di samping Budisatrio tampak mendengar percakapan tersebut. Menlu RI itu tidak memberikan komentar terkait isu reshuffle, namun hanya tersenyum dan tertawa ringan sebelum melanjutkan langkah menuju ruang rapat Komisi I bersama Budisatrio.
Rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Luar Negeri ini menjadi forum strategis bagi parlemen untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan kinerja diplomasi Indonesia. Dalam agenda rapat, Sugiono dijadwalkan memaparkan capaian Kementerian Luar Negeri selama tahun 2025, termasuk pelaksanaan diplomasi bilateral dan multilateral, perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri, serta peran Indonesia dalam berbagai forum internasional.
Selain evaluasi kinerja, rapat kerja tersebut juga akan membahas rencana kerja Kementerian Luar Negeri pada tahun 2026. Pembahasan ini mencakup prioritas kebijakan luar negeri, penguatan diplomasi ekonomi, hingga strategi menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Sebelumnya, Sugiono juga telah menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (PPTM) 2026 di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/01/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengedepankan politik luar negeri bebas aktif yang berorientasi pada kepentingan nasional.
Rapat kerja dengan Komisi I DPR RI ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan parlemen dalam merumuskan arah kebijakan luar negeri Indonesia ke depan. Di tengah dinamika politik nasional dan isu reshuffle kabinet yang mengemuka, agenda resmi lembaga negara tetap berjalan sesuai mekanisme konstitusional dan tugas masing-masing. []
Diyan Febriana Citra.

