JAKARTA – Kegiatan bersih-bersih pasar digelar di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Rabu (11/03/2026) pagi. Aksi korve tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Dalam kegiatan itu, para pejabat bersama puluhan personel gabungan turun langsung membersihkan tumpukan sampah di area pasar.
Sejak pagi hari, sejumlah petugas dari berbagai instansi telah berkumpul di lokasi. Mereka terdiri dari unsur kepolisian, TNI, hingga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Sebelum memulai kegiatan, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti apel gelar pasukan sebagai tanda dimulainya aksi bersih-bersih di lingkungan pasar tradisional tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan para petugas menyisir sejumlah lorong pasar yang masih terdapat sampah sisa aktivitas perdagangan. Sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan diangkut agar lingkungan pasar menjadi lebih bersih dan tertata.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mendorong gerakan kebersihan melalui program Indonesia ASRI. Ia menegaskan bahwa kegiatan korve tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial semata.
“Hari ini bersama jajaran Polda Metro Jaya Pemkot Jaktim ini kegiatan yang sifatnya tidak boleh seremonial, harus dilakukan dan terpatri dalam kegiatan kita sehari-hari. Sebagaimana perintah bapak presiden kita, untuk melakukan kegiatan korve, korve, korve,” kata Hanif dalam sambutannya di lokasi, Rabu (11/03/2026).
Hanif juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan aparat kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, yang turut berpartisipasi dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan.
Setelah apel selesai, rombongan pejabat bersama petugas langsung bergerak menyusuri area pasar. Mereka memungut sampah yang berserakan, membersihkan saluran air, serta menata kembali beberapa sudut pasar yang tampak kotor.
Di sela kegiatan, Hanif juga menyempatkan diri berinteraksi dengan sejumlah pedagang yang tengah berjualan di pasar tersebut. Ia menanyakan kondisi kebersihan pasar sekaligus memastikan aktivitas perdagangan berjalan normal menjelang Lebaran 2026.
“Ini setiap hari bersih begini atau hanya saat ada menteri mau datang?,” tanya Hanif.
Seorang pedagang kemudian menjawab bahwa kebersihan pasar dijaga setiap hari oleh petugas yang bertugas membersihkan area tersebut.
“Setiap hari begini pak, setiap hari dibersihkan,” jawab pedagang.
Mendengar jawaban tersebut, Hanif kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasar agar tetap nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
“Jaga kebersihannya ya, buang sampahnya, bir dagangannya laris,” kata Hanif.
Selain fokus pada kebersihan, Menteri Perdagangan Budi Santoso juga terlihat berdialog dengan pedagang mengenai kondisi ketersediaan bahan pokok. Hal itu dilakukan untuk memastikan stok kebutuhan masyarakat tetap aman menjelang hari raya.
Kegiatan korve tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya di kawasan pasar tradisional yang setiap hari menghasilkan volume sampah cukup besar.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kesadaran kolektif mengenai pentingnya kebersihan dapat terus ditingkatkan. Pasar yang bersih dinilai tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengunjung, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat agar tetap berjalan dengan baik. []
Diyan Febriana Citra.

