JAKARTA – Upaya mitigasi bencana terus diperkuat menyusul meningkatnya intensitas hujan yang memicu banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota. Untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, operasi tersebut telah dimulai sejak Selasa dan direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu hujan dengan intensitas tinggi.
“BNPB baru mengadakan OMC hari ini sampai dengan lima hari ke depan,” kata Isnawa di Jakarta, Selasa (13/01/2026).
Menurut Isnawa, pelaksanaan OMC bertujuan untuk mengurangi potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir yang kerap terjadi saat curah hujan meningkat secara signifikan. Ia menjelaskan, pada Senin (12/01/2026), sejumlah wilayah di Jakarta sempat tergenang banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga malam hari.
Dalam pelaksanaannya, OMC dilakukan terlebih dahulu oleh BNPB sebelum kemudian dilanjutkan oleh BPBD DKI Jakarta. Tahapan ini disesuaikan dengan hasil pemantauan dan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Selanjutnya, BPBD DKI bisa melanjutkan, tentunya juga dengan hasil prediksi BMKG,” ujar Isnawa.
Ia menambahkan, koordinasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan upaya mitigasi bencana, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Dengan dukungan data dan prakiraan cuaca dari BMKG, operasi modifikasi cuaca diharapkan dapat menurunkan intensitas hujan di wilayah rawan banjir, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Sementara itu, kondisi banjir di Jakarta dilaporkan mulai berangsur surut. BPBD DKI Jakarta mencatat, genangan air yang sebelumnya meluas kini telah berkurang secara signifikan. Meski demikian, sejumlah titik masih terdampak hingga Selasa pagi.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menyebutkan bahwa banjir saat ini masih tersisa di beberapa wilayah permukiman dan ruas jalan.
“Ketinggian air saat ini berkisar 10-60 sentimeter,” kata Mohamad Yohan.
Ia menjelaskan, pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB, banjir sempat merendam 63 rukun tetangga (RT) di berbagai wilayah Jakarta. Seiring berjalannya waktu dan berkurangnya intensitas hujan, genangan air mulai surut. Hingga Selasa pagi, jumlah RT yang masih terdampak banjir berkurang menjadi 28 RT.
Selain permukiman warga, banjir juga masih menggenangi sejumlah ruas jalan. Yohan menyebutkan, terdapat enam ruas jalan yang masih tergenang dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter. Kondisi ini masih berpotensi mengganggu aktivitas lalu lintas dan mobilitas warga.
BPBD DKI Jakarta terus melakukan pemantauan serta penanganan di lapangan, termasuk penyedotan air, pengoperasian pompa, dan koordinasi dengan instansi terkait. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Dengan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dan upaya penanganan terpadu, pemerintah berharap risiko banjir dan dampaknya terhadap masyarakat Jakarta dapat ditekan secara bertahap. []
Diyan Febriana Citra.

