Mulai 1 April 2026, Pengelolaan TMP Kalibata Beralih ke Kemenhan

Mulai 1 April 2026, Pengelolaan TMP Kalibata Beralih ke Kemenhan

Bagikan:

JAKARTA – Pemerintah berencana mengalihkan pengelolaan Taman Makam Pahlawan Kalibata dari Kementerian Sosial Republik Indonesia kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Proses peralihan tersebut ditargetkan dapat rampung pada awal April 2026 setelah kedua kementerian menyepakati percepatan tahapan transisi.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto. Kedua pihak sepakat agar proses administrasi maupun teknis segera diselesaikan sehingga pengelolaan operasional dapat berpindah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Secara yuridis sama teknis silakan, target 1 April diserahkan. Tapi dokumennya bisa kita serahkan sebelum April, (bulan) puasa ini juga boleh,” kata Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul dalam keterangan pers, Kamis (12/03/2026).

Dalam masa transisi menuju pengalihan kewenangan tersebut, Kementerian Sosial menyatakan tetap akan terlibat dalam proses pengelolaan. Kementerian itu akan membentuk tim transisi yang bertugas memastikan proses penyerahan berjalan lancar tanpa mengganggu operasional sehari-hari di kawasan taman makam pahlawan.

Selama tahap peralihan berlangsung, Kemensos juga masih memberikan dukungan berupa sumber daya manusia serta pembiayaan operasional. Dukungan tersebut mencakup pemeliharaan fasilitas hingga kegiatan pengelolaan lainnya sampai Kementerian Pertahanan memiliki alokasi anggaran yang sepenuhnya siap digunakan.

“Jadi tanggal 1 April itu, operasional sudah di Kemenhan. Nah sambil kita back-up, karena kita masih ada SDM sama pembiayaan, pembiayaan untuk pemeliharaan dan segala macam kita back-up, sampai benar-benar Kemenhan sudah ada anggarannya,” ujarnya.

Pengalihan pengelolaan Taman Makam Pahlawan Kalibata merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat sistem pengelolaan kawasan makam pahlawan sekaligus memastikan penghormatan terhadap para tokoh bangsa tetap terjaga sesuai nilai-nilai kebangsaan.

TMP Kalibata sendiri merupakan salah satu taman makam pahlawan utama di Indonesia. Hingga saat ini, kawasan tersebut menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi ratusan tokoh penting nasional yang berjasa bagi negara.

Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan bahwa terdapat sedikitnya 216 Makam Pahlawan Nasional yang berada di kompleks tersebut. Karena nilai historisnya yang tinggi, pengelolaan kawasan ini dinilai membutuhkan sistem pengawasan serta pemeliharaan yang lebih terintegrasi.

Menurut Saifullah Yusuf, penyerahan pengelolaan kepada Kementerian Pertahanan dinilai lebih tepat karena berkaitan erat dengan penghormatan terhadap jasa para pahlawan serta nilai-nilai perjuangan bangsa.

“Ini Kementerian Pertahanan sudah paling pas, sudah tidak ada lagi untuk urusan Taman Makam Pahlawan. Dari dulu saya sudah kepikiran soal Pengelolaan taman makam pahlawan oleh Kemensos,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pengelolaan nantinya, pihaknya tetap akan melibatkan unsur militer di daerah.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan operasional taman makam pahlawan dapat dijalankan melalui struktur militer seperti garnisun ataupun komando daerah militer yang berada di wilayah terkait.

“Ya, nanti kami pelaksanaannya di Garnisun juga Pak. Kalau enggak ya di Kodam juga,” kata Donny.

Donny juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat yang dilakukan kedua kementerian dalam mempersiapkan proses peralihan tersebut. Ia menilai koordinasi yang berjalan sejauh ini memungkinkan perintah presiden dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

“Saya rasa terima kasih, kita segera melaksanakan perintah Presiden secepatnya,” kata dia.

Dengan adanya perubahan pengelolaan ini, pemerintah berharap pemeliharaan kawasan makam pahlawan dapat dilakukan secara lebih optimal. Selain itu, pengawasan terhadap keaslian, tata kelola, serta nilai penghormatan terhadap para pahlawan nasional juga diharapkan semakin kuat di masa mendatang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Nasional