ARAD – Pemerintah Israel meningkatkan ancaman terhadap Iran dengan menargetkan langsung pimpinan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyusul serangan rudal yang menghantam wilayah selatan negara tersebut pada Sabtu (21/03/2026).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan tegas itu saat meninjau lokasi kerusakan di Kota Arad, yang menjadi salah satu titik terdampak serangan. Ia menegaskan respons Israel tidak hanya akan menyasar fasilitas militer, tetapi juga individu yang berada di balik struktur kepemimpinan IRGC.
“Kami mengejar rezim. Kami mengejar IRGC, geng kriminal ini,” kata Netanyahu, sebagaimana dilansir Afp, Senin (23/03/2026).
“Kami akan mengejar mereka secara pribadi, para pemimpin mereka, instalasi mereka, aset ekonomi mereka. Kami akan mengejar mereka secara pribadi,” lanjutnya.
Serangan rudal Iran tidak hanya menghantam Arad, tetapi juga Kota Dimona di kawasan Gurun Negev. Wilayah tersebut diketahui menjadi lokasi strategis yang diyakini terkait fasilitas nuklir Israel, meskipun tidak pernah diumumkan secara resmi. Dampak serangan dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan di kawasan permukiman.
Dalam kunjungan terpisah ke Dimona, Netanyahu menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga sipil dalam menghadapi potensi serangan lanjutan. Ia meminta masyarakat mematuhi seluruh instruksi militer, terutama saat sirene peringatan berbunyi.
“Seluruh negara adalah garis depan, seluruh wilayah dalam negeri adalah garis depan. Dan ketika kita berada di garis depan, kita harus menjalankan perintah ini,” ujarnya.
“Jadi mohon lakukan ini, dan ini adalah perintah,” lanjut dia.
Pernyataan tersebut mencerminkan eskalasi ketegangan yang semakin terbuka antara Israel dan Iran, dengan potensi konflik yang tidak lagi terbatas pada serangan terhadap fasilitas, melainkan juga menyasar aktor kunci di baliknya. []
Redaksi05

