Netanyahu Tegaskan Perang Lawan Iran Belum Usai, Israel Siap Bertempur Lagi

Netanyahu Tegaskan Perang Lawan Iran Belum Usai, Israel Siap Bertempur Lagi

Bagikan:

TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan operasi militer terhadap Iran belum berakhir meski gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mulai berlaku. Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menekankan Israel siap kembali mengangkat senjata kapan saja untuk menyelesaikan target strategis yang belum tercapai.

“Izinkan saya memperjelas, kita masih memiliki tujuan yang harus diselesaikan,” kata Netanyahu, sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis, (09/04/2026).

“Kita akan mencapainya, baik melalui kesepakatan atau melalui pertempuran yang kembali terjadi. Kami siap kembali bertempur kapan pun diperlukan. Jari kami tetap berada di pelatuk,” sambungnya.

Menurut Netanyahu, kesepakatan penghentian sementara serangan selama dua minggu bukanlah akhir dari kampanye militer Israel, melainkan bagian dari langkah untuk mencapai seluruh sasaran, termasuk isu program nuklir dan kemampuan rudal balistik Iran.

“Iran memasuki masa jeda ini dalam keadaan babak belur, lebih lemah dari sebelumnya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut juga menjadi respons atas kritik dari tokoh oposisi Israel yang menilai pemerintah terlalu cepat menyetujui gencatan senjata sebelum tujuan perang tercapai. Tokoh oposisi Yair Lapid bahkan menyebut kesepakatan itu sebagai “bencana diplomatik” bagi Israel.

Netanyahu menegaskan bahwa gencatan senjata yang dikoordinasikan bersama AS tidak mencakup operasi militer Israel di Lebanon. Dengan demikian, serangan terhadap kelompok Hizbullah disebut akan tetap berlanjut.

“Seperti yang Anda ketahui, tadi malam gencatan senjata sementara selama dua minggu antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai berlaku, sepenuhnya berkoordinasi dengan Israel,” jelas dia.

“Tidak, kami tidak terkejut di saat-saat terakhir,” sambungnya.

Dalam perkembangan terbaru, militer Israel dilaporkan melancarkan gelombang serangan besar ke sejumlah titik di Lebanon, termasuk Beirut dan wilayah selatan, dengan korban jiwa yang terus bertambah. Serangan ini menjadi salah satu yang terbesar sejak eskalasi konflik kembali meningkat pada awal Maret.

“Kami terus menyerangnya dengan kekuatan penuh. Hari ini, kami memberikan pukulan terberat kepada Hizbullah sejak serangan pager, menyerang seratus target dalam 10 menit, di daerah yang mereka yakini kebal,” katanya.

“Kami telah menciptakan zona keamanan jauh di luar perbatasan kami di Lebanon, di Suriah, dan di Gaza, di mana kami sekarang mengendalikan lebih dari setengah wilayahnya dan mencekik Hamas dari semua sisi,” sambungnya.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa situasi di kawasan Timur Tengah masih jauh dari stabil. Meski jalur diplomasi antara AS dan Iran tengah dibuka, konflik di front Lebanon dan Gaza berpotensi terus memicu eskalasi baru dalam beberapa hari ke depan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang