JAKARTA – Pasar saham domestik mengawali perdagangan Selasa (13/01/2026) pagi dengan sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka di zona hijau, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap pergerakan ekonomi dan kinerja emiten pada awal perdagangan hari ini.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat menguat 46,52 poin atau naik 0,52 persen dan berada di level 8.931,24. Penguatan ini menandakan berlanjutnya minat beli investor setelah pada sesi sebelumnya pasar menunjukkan kecenderungan stabil dengan pergerakan selektif di sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Sejalan dengan penguatan IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga mencatatkan kinerja positif. Indeks yang merepresentasikan 45 saham dengan likuiditas tinggi dan fundamental kuat tersebut naik 5,21 poin atau 0,60 persen ke posisi 871,76. Kenaikan ini menunjukkan bahwa saham-saham unggulan masih menjadi pilihan utama investor dalam merespons dinamika pasar.
Penguatan IHSG pada awal perdagangan didorong oleh aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan, energi, dan konsumer. Investor tampak mulai kembali membangun posisi setelah mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang dinilai relatif kondusif. Stabilitas nilai tukar rupiah serta ekspektasi pertumbuhan ekonomi nasional menjadi faktor yang turut menopang pergerakan indeks.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan bank sentral global serta perkembangan pasar saham regional. Bursa-bursa utama di kawasan Asia cenderung bergerak variatif, namun sentimen positif dari beberapa pasar global memberikan dorongan bagi investor domestik untuk tetap optimistis terhadap prospek pasar saham Indonesia.
Dari sisi domestik, pelaku pasar menantikan rilis sejumlah data ekonomi yang diperkirakan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi nasional ke depan. Data tersebut diharapkan mampu memperkuat keyakinan investor terhadap prospek pertumbuhan, sekaligus menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi investasi jangka pendek maupun menengah.
Kinerja positif pada awal perdagangan juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental emiten di tengah dinamika ekonomi global. Saham-saham berorientasi domestik dinilai masih memiliki daya tahan yang baik, seiring dengan konsumsi masyarakat yang relatif terjaga dan program pembangunan yang terus berjalan.
Meski demikian, analis mengingatkan bahwa pergerakan IHSG sepanjang hari masih berpotensi diwarnai fluktuasi. Investor diimbau tetap mencermati perkembangan sentimen eksternal, termasuk pergerakan harga komoditas, arah suku bunga global, serta dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi pasar keuangan secara keseluruhan.
Dengan dibukanya perdagangan di zona hijau, IHSG diharapkan mampu mempertahankan tren positif hingga penutupan. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat volatilitas pasar masih berpotensi terjadi. Strategi investasi yang selektif dan berbasis fundamental dinilai menjadi pendekatan yang relevan dalam menghadapi kondisi pasar saat ini.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG dan indeks LQ45 pada pembukaan perdagangan Selasa (13/01/2026) pagi memberikan sinyal optimisme, sekaligus mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek pasar modal Indonesia dalam jangka menengah dan panjang. []
Diyan Febriana Citra.

