JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan perayaan Hari Raya Nyepi 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat wajah Jakarta sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman. Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah rencana pemusatan kegiatan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, yang akan diramaikan dengan pawai ogoh-ogoh dan pemasangan penjor.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa pemilihan Bundaran HI sebagai lokasi utama memiliki makna simbolis. Kawasan tersebut merupakan ruang publik ikonik yang kerap menjadi titik perayaan berbagai kegiatan nasional maupun internasional.
“Bundaran HI pada saat Nyepi, kami akan ada pawai ogoh-ogoh dan juga akan ada penjor di sini. Yang mungkin belum pernah ada penjor dipasang di Bundaran HI. Nanti akan kami pasang penjor ada di Bundaran HI,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (27/02/2026).
Menurut Pramono, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh umat beragama mendapatkan ruang yang setara dalam mengekspresikan nilai-nilai keagamaannya. Ia menegaskan komitmennya sebagai gubernur bagi seluruh warga tanpa membedakan latar belakang agama dan keyakinan.
Selama masa kepemimpinannya, Pemprov DKI Jakarta berupaya membuka ruang perayaan bagi berbagai hari besar keagamaan. Pramono menyebut perayaan Natal, Tahun Baru Imlek, Ramadhan, Idul Fitri, hingga Nyepi diharapkan dapat dirasakan sebagai bagian dari kehidupan bersama masyarakat Jakarta. Pendekatan ini dinilai penting untuk menegaskan Jakarta sebagai kota yang inklusif dan berbudaya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa rangkaian perayaan Nyepi tahun ini dirancang secara komprehensif dan terbagi dalam empat klaster utama. Klaster pertama adalah kegiatan keagamaan yang meliputi Melasti, Tawur Agung Kesanga, pelaksanaan Nyepi, serta Ngembak Geni.
Selain aspek keagamaan, panitia juga menyiapkan kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang melibatkan partisipasi publik. Kegiatan tersebut dipadukan dengan festival budaya dan pendidikan, termasuk parade ogoh-ogoh serta Dharma Santi sebagai ajang silaturahmi setelah Nyepi.
Seluruh rangkaian acara tidak hanya terpusat di Jakarta Pusat, tetapi juga tersebar di sejumlah wilayah lain seperti Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Untuk kegiatan Melasti, panitia menjadwalkannya pada 15 Maret 2026 di kawasan pesisir Jakarta Utara dan akan dihadiri umat Hindu dari berbagai wilayah di DKI Jakarta. Sementara itu, Tawur Agung akan digelar pada 18 Maret 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun.
Di luar kegiatan utama tersebut, panitia juga menyiapkan sejumlah agenda sosial dan budaya, antara lain bakti sosial, donor darah, pengobatan gratis, seminar literasi keuangan dan pengembangan UMKM, serta festival budaya di ruang-ruang publik. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk memperluas manfaat perayaan Nyepi, tidak hanya bagi umat Hindu, tetapi juga masyarakat luas.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap perayaan Nyepi 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan saling pengertian antarumat beragama, serta mendukung citra Jakarta sebagai kota global yang toleran, terbuka, dan berakar pada nilai-nilai budaya. []
Diyan Febriana Citra.

