Penembakan Brutal di Pantai Ekuador, Enam Orang Tewas

Penembakan Brutal di Pantai Ekuador, Enam Orang Tewas

Bagikan:

PUERTO LOPEZ – Gelombang kekerasan kembali mengguncang Ekuador dan kali ini merambah kawasan wisata pantai yang selama ini dikenal relatif aman. Penembakan brutal terjadi di Puerto Lopez, sebuah kota tujuan wisata di pesisir barat daya Ekuador, pada Minggu (28/12/2025). Insiden tersebut menewaskan enam orang, termasuk seorang anak perempuan berusia dua tahun, dan menambah daftar panjang korban kekerasan bersenjata di negara Amerika Selatan itu.

Menurut keterangan kepolisian, serangan terjadi di jalur pejalan kaki yang berada di tepi pantai. Lokasi tersebut biasanya dipadati wisatawan dan warga lokal, terutama pada akhir pekan. Dalam peristiwa itu, sekelompok pria bersenjata melepaskan tembakan secara membabi buta dari sebuah van serta dua sepeda motor yang melintas di area tersebut.

“Para pelaku kabur setelah menembaki warga secara brutal di area pejalan kaki,” kata kepolisian Ekuador, dikutip dari kantor berita AFP.

Selain enam korban meninggal dunia, tiga orang lainnya dilaporkan mengalami luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat. Aparat keamanan langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, namun hingga kini para pelaku belum berhasil ditangkap.

Insiden di Puerto Lopez ini menjadi penembakan mematikan ketiga yang terjadi di wilayah tersebut hanya dalam kurun satu akhir pekan. Berdasarkan laporan sejumlah media lokal, total korban tewas dari rangkaian kekerasan tersebut mencapai sembilan orang. Kepolisian menduga kuat motif serangan berkaitan dengan konflik internal antarkelompok kriminal yang beroperasi di kawasan pesisir.

“Laporan awal mengindikasikan bahwa kejadian ini bermula dari perselisihan antara kelompok kejahatan terorganisir,” tulis kepolisian.

Tragedi ini menimbulkan kekhawatiran luas, terutama terkait keamanan destinasi wisata di Ekuador. Puerto Lopez dikenal sebagai salah satu pintu gerbang wisata bahari, termasuk pengamatan paus dan aktivitas pantai lainnya. Serangan bersenjata di ruang publik dinilai berpotensi memukul sektor pariwisata yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Kekerasan yang terjadi di Puerto Lopez juga memperkuat sorotan internasional terhadap situasi keamanan Ekuador. Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini mengalami lonjakan signifikan tindak kriminal bersenjata, seiring meningkatnya pengaruh geng yang memiliki keterkaitan dengan kartel narkoba dari Meksiko dan Kolombia. Posisi geografis Ekuador yang berada di antara Kolombia dan Peru dua negara produsen kokain terbesar di dunia menjadikannya jalur strategis dalam perdagangan narkoba internasional.

Presiden Ekuador Daniel Noboa sebelumnya telah menerapkan kebijakan keamanan yang lebih ketat, termasuk pengerahan militer untuk membantu tugas kepolisian. Namun, berbagai insiden penembakan dan pembunuhan masih kerap terjadi, baik di pusat kota, kawasan permukiman, hingga area wisata. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas kebijakan tersebut dalam menekan laju kekerasan.

Data dari Observatorium Kejahatan Terorganisasi di Jenewa menunjukkan bahwa Ekuador diperkirakan akan menutup tahun ini dengan tingkat pembunuhan tertinggi sepanjang sejarah negara itu, yakni mencapai 52 kasus per 100.000 penduduk. Angka tersebut mencerminkan eskalasi serius persoalan keamanan yang dihadapi pemerintah.

Peristiwa penembakan di Puerto Lopez pun menambah daftar tragedi kekerasan global di kawasan publik, menyusul insiden penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia, yang sebelumnya menghebohkan dunia. Rentetan kejadian ini memperlihatkan tantangan besar yang dihadapi banyak negara dalam menjamin keamanan warganya, terutama di ruang-ruang terbuka yang seharusnya menjadi tempat aman bagi masyarakat dan wisatawan. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional Kasus