PERMIRA Camp Jadi Ajang Diplomasi Lingkungan Indonesia-Rusia

PERMIRA Camp Jadi Ajang Diplomasi Lingkungan Indonesia-Rusia

Bagikan:

PERMIRA Winter Camp 3.0 memperkuat kolaborasi mahasiswa Indonesia dan Rusia dalam pelestarian lingkungan serta diplomasi kepemudaan lintas negara.

SAINT PETERSBURG – Kolaborasi antara mahasiswa Indonesia dan organisasi lingkungan hidup Rusia menjadi sorotan dalam kegiatan PERMIRA Winter Camp 3.0 yang berlangsung pada 20–22 Maret 2026 di Saint Petersburg dan Region Leningrad. Kegiatan ini dinilai memperkuat kerja sama bilateral di bidang pelestarian lingkungan sekaligus memperluas diplomasi kepemudaan lintas negara.

Program yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) Perwakilan Saint Petersburg tersebut menghadirkan kolaborasi antara peserta Indonesia, Rusia, serta negara-negara ASEAN seperti Vietnam, Thailand, dan Myanmar, dalam upaya membangun kesadaran bersama terhadap isu lingkungan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, Jose Antonio Morato Tavares, menekankan pentingnya pemahaman lintas budaya sebagai fondasi kerja sama jangka panjang.

“Selamat kepada Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia Perwakilan St. Petersburg (PERMIRA St. Petersburg) atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini. Saya berpesan agar mahasiswa Indonesia di Rusia untuk terus mempelajari dan memahami kehidupan sosial-budaya masyarakat setempat. Agar tercipta saling pengertian yang baik dan jejaring persahabatan,” tutur Duta Besar Tavares, Jumat (20/03/2026) lalu.

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Republik Indonesia, Sergey Tolchenov, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dinilai memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

“Sejarah kedua negara dan pengalaman dari generasi selanjutnya mengingatkan kita tentang nilai-nilai saling menghormati, dialog dan kerja sama antar masyarakat kita. Terutama kegiatan ini secara simbolik diadakan di St. Petersburg, dimana merupakan kota yang terkenal akan kualitas pendidikan dan kebudayaan Rusia. Terima kasih banyak atas inisiatif Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia Perwakilan St. Petersburg (PERMIRA St. Petersburg),” ujar Duta Besar Tolchenov.

Direktur Utama (Dirut) Glamping Yagoda sekaligus Wakil Ketua organisasi pelestarian alam Rusia cabang Saint Petersburg dan Region Leningrad, Natalia Kalyagina, menilai kolaborasi lintas negara menjadi fondasi penting dalam upaya pelestarian lingkungan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, organisasi pelestarian alam Rusia merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) terbesar di negara tersebut yang berfokus pada isu lingkungan. Partisipasi peserta dari negara ASEAN dinilai turut memperkuat dimensi regional dalam kolaborasi yang dibangun.

Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) St. Petersburg, Fikria Shaleha, menyampaikan bahwa program ini akan berlanjut pada musim panas mendatang dengan tema kuliner ramah lingkungan sebagai bentuk pengembangan kolaborasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Russian Railway Museum, di mana peserta mengikuti permainan petualangan edukatif terkait sejarah perkeretaapian Rusia. Seluruh konsep permainan, termasuk peta dan kuis, dirancang oleh mahasiswa Indonesia.

Setelah sesi tersebut, sebanyak 20 peserta terbaik melanjutkan kegiatan ke lokasi perkemahan musim dingin di Glamping Yagoda. Di lokasi ini, kegiatan difokuskan pada penguatan interaksi budaya melalui permainan tradisional Indonesia-Rusia serta ajang seni “PERMIRA’s Got Talent”.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kerja sama Indonesia dan Rusia tidak hanya di bidang pendidikan dan budaya, tetapi juga dalam isu strategis seperti pelestarian lingkungan berbasis kolaborasi generasi muda. []

Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Agnes Wiguna

Bagikan:
Headlines Internasional