Pertemuan Xi–Lee Tegaskan Arah Baru Hubungan China–Korsel

Pertemuan Xi–Lee Tegaskan Arah Baru Hubungan China–Korsel

Bagikan:

BEIJING — Pertemuan bilateral antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Beijing menegaskan upaya kedua negara untuk menjaga kesinambungan hubungan diplomatik di tengah dinamika geopolitik kawasan Asia Timur. Dialog tingkat tinggi tersebut dipandang sebagai sinyal penting bahwa Beijing dan Seoul berkomitmen mempertahankan stabilitas serta memperluas kerja sama strategis di berbagai sektor.

Pertemuan berlangsung di Balai Besar Rakyat, Beijing, pada Senin (05/01/2026) malam, diawali dengan upacara penyambutan kenegaraan yang khidmat. Presiden Xi Jinping bersama Ibu Peng Liyuan menyambut Presiden Lee Jae Myung dan Ibu Kim Hye Kyung di Aula Utara Gedung Agung Rakyat. Prosesi tersebut dilengkapi penghormatan dari pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), pengumandangan lagu kebangsaan kedua negara, serta dentuman 21 kali tembakan meriam di Lapangan Tiananmen.

Dalam pertemuan bilateral, Presiden Xi Jinping menekankan bahwa hubungan China dan Korea Selatan memiliki posisi penting dalam kebijakan luar negeri China.

“China selalu memandang hubungannya dengan Korea Selatan sebagai hal yang penting dalam diplomasi bertetangga dan kebijakan China terhadap Korea Selatan terus mempertahankan kontinuitas dan stabilitas,” kata Presiden Xi.

Ia menilai intensitas pertemuan tingkat tinggi yang terus terjaga mencerminkan kedekatan hubungan kedua negara. Presiden Xi juga menegaskan kesiapan Beijing untuk memperkuat arah kerja sama yang saling menguntungkan.

“China siap bekerja sama dengan Korsel untuk mengarahkan jalannya kerja sama, mempromosikan hasil yang saling menguntungkan, serta memajukan kemitraan kerja sama strategis China-Korea Selatan di jalur pembangunan yang sehat, sehingga bermanfaat nyata bagi kedua bangsa dan memberi energi positif ke dalam perdamaian dan pembangunan kawasan yang lebih luas,” tambah Preside Xi.

Presiden Xi turut menyoroti kedekatan ekonomi China dan Korea Selatan, khususnya integrasi rantai pasok dan industri. Ia mendorong perluasan kolaborasi pada sektor-sektor baru seperti kecerdasan buatan, industri hijau, dan ekonomi berbasis layanan untuk populasi lanjut usia.

“Kedua negara harus mendorong sinergi yang lebih besar antara strategi pembangunan, memperkuat koordinasi kebijakan, memperbesar kue kepentingan bersama, dan menghasilkan lebih banyak kerja sama di bidang-bidang baru seperti kecerdasan buatan, industri hijau, dan perekonomian untuk warga senior,” ungkap Presiden Xi.

Di sisi lain, Presiden Lee Jae Myung menegaskan komitmen Seoul untuk menjaga hubungan strategis dengan Beijing.

“Korea Selatan sangat mementingkan hubungannya dengan China. Dengan memanfaatkan kunjungan kenegaraan pertama di tahun baru ini, Korsel siap untuk memperkuat momentum pemulihan penuh hubungan bilateral, mencari titik temu dalam perbedaan, memperdalam kemitraan kerja sama strategis Korsel-China dan bekerja sama dengan China untuk membuka prospek baru hubungan bilateral,” kata Presiden Lee.

Presiden Lee juga menegaskan sikap Seoul terhadap prinsip “Satu China” serta pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi dan pertukaran antarmasyarakat.

Pertemuan tersebut ditutup dengan penyaksian penandatanganan 15 dokumen kerja sama di berbagai bidang strategis, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan, transportasi, serta perdagangan. Pada malam hari, Presiden Xi Jinping dan Ibu Peng Liyuan menggelar jamuan kenegaraan sebagai penutup rangkaian kunjungan Presiden Lee Jae Myung. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional