Petro–Trump Dijadwalkan Bertemu 3 Februari di Washington

Petro–Trump Dijadwalkan Bertemu 3 Februari di Washington

Bagikan:

BOGOTA – Hubungan diplomatik Kolombia dan Amerika Serikat memasuki fase penting setelah Presiden Kolombia Gustavo Petro memastikan rencana pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 3 Februari mendatang. Pertemuan tersebut dipandang sebagai momentum strategis untuk meredakan ketegangan yang sempat mencuat dan membuka kembali ruang dialog di tengah perbedaan pandangan kedua negara.

Kepastian pertemuan itu disampaikan langsung oleh Petro dalam rapat kabinet yang digelar pada Rabu (14/01/2026). Dalam kesempatan tersebut, Petro menekankan bahwa agenda pertemuannya dengan Trump bukan sekadar kunjungan kenegaraan, melainkan langkah krusial untuk menentukan arah hubungan bilateral Kolombia–AS ke depan. Fokus utama yang dibawa Petro adalah perlindungan terhadap kepentingan rakyat Kolombia di tengah dinamika politik dan keamanan kawasan.

“Kita akan melihat hasil dari pertemuan ini; ini krusial. Niat saya adalah agar rakyat Kolombia, dari seluruh penjuru negeri, tidak menderita dan bisa hidup dengan damai,” ujar Petro, seperti dilansir Reuters pada Kamis (15/01/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran pemerintah Kolombia atas potensi dampak ketegangan diplomatik terhadap stabilitas nasional. Dalam beberapa waktu terakhir, hubungan kedua negara sempat memanas setelah muncul pernyataan keras dari Washington yang dinilai mengganggu hubungan strategis yang selama ini terjalin. Kolombia selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu mitra utama Amerika Serikat di Amerika Latin, terutama dalam isu keamanan dan kerja sama regional.

Rencana pertemuan di Washington ini muncul setelah Petro dan Trump melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon pada pekan lalu. Dalam komunikasi tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk membuka jalur dialog langsung guna membahas sejumlah isu krusial. Seusai percakapan itu, Trump menyatakan bahwa persiapan kunjungan Petro ke Gedung Putih sedang dilakukan.

Kontak langsung antara kedua kepala negara itu menjadi perhatian luas karena terjadi hanya beberapa hari setelah Trump melontarkan ancaman tindakan militer terhadap Kolombia. Pernyataan tersebut sempat memicu kekhawatiran di kalangan pengamat internasional mengenai kemungkinan memburuknya hubungan diplomatik dan stabilitas kawasan. Situasi itu mendorong kebutuhan mendesak bagi kedua negara untuk menurunkan eskalasi dan mengedepankan jalur diplomasi.

Pertemuan yang dijadwalkan pada 3 Februari mendatang dipandang sebagai kesempatan bagi kedua pemimpin untuk menyamakan persepsi serta mencari titik temu atas perbedaan kebijakan, khususnya terkait isu keamanan, kepentingan strategis regional, dan hubungan bilateral jangka panjang. Bagi Kolombia, dialog langsung dengan Washington dinilai penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tidak berdampak negatif pada kehidupan masyarakat sipil.

Di sisi lain, pertemuan ini juga menjadi ujian bagi kepemimpinan Petro dalam menjaga keseimbangan antara kedaabulatan nasional dan hubungan strategis dengan Amerika Serikat. Pemerintah Kolombia berharap hasil dialog tersebut dapat mengurangi ketegangan sekaligus memperkuat kerja sama yang lebih konstruktif dan saling menghormati.

Dengan latar belakang hubungan yang sempat memanas, pertemuan Petro dan Trump tidak hanya menjadi sorotan diplomatik, tetapi juga menjadi penentu arah baru hubungan Kolombia–AS di tengah dinamika geopolitik kawasan Amerika Latin. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional