JAKARTA – Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat masih menunjukkan variasi yang cukup lebar di tingkat pedagang eceran. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencerminkan kondisi harga pangan yang terus dipantau guna menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan bagi masyarakat.
Berdasarkan data PIHPS Nasional yang dihimpun pada Rabu (07/01/2026) pagi pukul 08.15 WIB, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp67.500 per kilogram. Angka tersebut masih tergolong tinggi dan berpotensi memengaruhi belanja rumah tangga, khususnya bagi konsumen yang menjadikan cabai sebagai kebutuhan harian. Selain cabai rawit merah, komoditas pangan lain yang juga menjadi perhatian adalah telur ayam ras yang dibanderol Rp33.900 per kilogram.
Harga bumbu dapur utama turut mengalami pergerakan. Bawang merah tercatat dijual dengan harga Rp54.400 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp45.500 per kilogram. Keduanya merupakan komoditas penting dalam konsumsi rumah tangga maupun usaha kuliner, sehingga fluktuasi harga kerap berdampak langsung terhadap biaya produksi dan harga jual makanan.
Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat adanya variasi harga berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I berada di harga Rp14.750 per kilogram, sementara kualitas bawah II tercatat Rp15.250 per kilogram. Adapun beras kualitas medium I diperdagangkan dengan harga Rp16.550 per kilogram dan kualitas medium II Rp15.650 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I tercatat Rp17.400 per kilogram dan super II Rp16.900 per kilogram. Perbedaan harga ini mencerminkan segmentasi pasar beras yang menyesuaikan dengan daya beli dan preferensi konsumen.
Komoditas cabai lainnya juga menunjukkan harga yang beragam. Cabai merah besar dijual seharga Rp31.250 per kilogram, cabai merah keriting mencapai Rp70.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau berada di angka Rp56.000 per kilogram. Harga cabai merah keriting yang relatif tinggi menjadi salah satu faktor pendorong naiknya biaya belanja dapur dalam beberapa waktu terakhir.
Di sektor protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp40.650 per kilogram. Sementara itu, daging sapi kualitas I mencapai Rp132.500 per kilogram dan kualitas II berada di kisaran Rp110.000 per kilogram. Harga daging sapi yang masih tinggi membuat sebagian masyarakat beralih ke sumber protein alternatif yang lebih terjangkau.
Komoditas gula dan minyak goreng juga masuk dalam daftar pantauan. Gula pasir kualitas premium dijual dengan harga Rp19.000 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal Rp18.250 per kilogram. Untuk minyak goreng, minyak curah berada di harga Rp21.100 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp23.500 per liter, dan kemasan bermerek II Rp20.500 per liter.
PIHPS Nasional menjadi salah satu rujukan penting bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memantau perkembangan harga pangan secara nasional. Data ini diharapkan dapat membantu pengambilan kebijakan dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pangan di tengah dinamika permintaan dan pasokan. []
Diyan Febriana Citra.

