Plafon Bangunan SDN 05 Pademangan Timur Roboh Usai Diguyur Hujan Deras

Plafon Bangunan SDN 05 Pademangan Timur Roboh Usai Diguyur Hujan Deras

Bagikan:

JAKARTA – Robohnya sebagian bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Pademangan Timur, Jakarta Utara, pada Senin (12/01/2026) pagi kembali menyoroti persoalan ketahanan infrastruktur sekolah di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah DKI Jakarta. Insiden ini terjadi di Gang A, Jalan Pademangan VI No. 34–15, RT 15/RW 01, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, dan memicu kekhawatiran warga serta orang tua murid terkait keamanan fasilitas pendidikan.

Peristiwa robohnya bangunan sekolah diketahui terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, saat aktivitas belajar mengajar belum sepenuhnya dimulai. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa faktor cuaca diduga menjadi pemicu utama kejadian tersebut.

“Dugaan penyebab hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan terdapat rembesan dari atap sekolah ke plafon,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Hujan yang mengguyur Jakarta sejak pagi menyebabkan air merembes ke bagian dalam bangunan sekolah. Kondisi tersebut diduga melemahkan struktur plafon hingga akhirnya ambruk. Berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta, kerusakan terfokus pada satu bangunan sekolah di lantai empat. Area yang terdampak meliputi empat ruang kelas dan satu lorong, seluruhnya mengalami kerusakan pada bagian plafon.

Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Yohan memastikan bahwa seluruh siswa dan tenaga pendidik dalam kondisi aman.

“Korban nihil. Estimasi kerugian kurang lebih Rp 70.000.000,” katanya. Meski demikian, insiden tersebut tetap menimbulkan gangguan terhadap proses pembelajaran dan memaksa pihak sekolah menyesuaikan kegiatan belajar siswa.

Sejumlah orang tua murid yang datang ke sekolah setelah menerima informasi robohnya bangunan mengaku khawatir dengan kondisi gedung sekolah, terutama di musim hujan dengan intensitas tinggi. Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap bangunan sekolah, tidak hanya di SDN 05 Pademangan Timur, tetapi juga di sekolah-sekolah lain yang memiliki bangunan bertingkat dan berusia lama.

Penanganan pascakejadian dilakukan secara cepat oleh berbagai unsur pemerintah. Hingga pukul 10.39 WIB, proses penanganan kerusakan masih berlangsung.

“Penanganan dilakukan oleh unsur P2B BPBD, PPSU, Satpol PP, Dinas Sumber Daya Air (SDA), serta personel Polsek dan Koramil setempat,” tambah Yohan. Aparat gabungan tersebut melakukan pengamanan lokasi, pembersihan material runtuhan, serta memastikan area sekitar aman dari potensi kerusakan lanjutan.

Selain penanganan fisik, pihak terkait juga melakukan pengaturan akses di sekitar sekolah agar tidak membahayakan warga maupun pengguna jalan di lingkungan tersebut. Beberapa ruang kelas yang terdampak dipastikan tidak dapat digunakan sementara waktu hingga proses perbaikan dan pemeriksaan struktur bangunan selesai dilakukan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan rutin bangunan sekolah, terutama di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Jakarta Utara. Cuaca ekstrem yang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir menuntut kesiapsiagaan lebih tinggi dari pengelola fasilitas publik, termasuk sekolah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan dapat melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi fisik gedung-gedung sekolah guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Sementara itu, pihak sekolah bersama dinas terkait tengah menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar proses belajar mengajar tetap dapat berjalan, baik dengan pengaturan ulang ruang kelas maupun skema pembelajaran sementara. Keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil pascakejadian ini. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional