JAKARTA – Aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas seorang wanita yang diduga mencuri uang sumbangan takziah di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur. Penelusuran terhadap pelaku dilakukan setelah aksi tersebut menjadi perhatian publik usai rekaman videonya beredar luas di media sosial.
Unit Reserse Kriminal Polsek Kramat Jati saat ini tengah mengumpulkan sejumlah bukti serta menelusuri kemungkinan keberadaan pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi telah memperoleh petunjuk mengenai dugaan alamat tempat tinggal wanita tersebut.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kramat Jati AKP Fadoli mengatakan bahwa identitas pelaku belum sepenuhnya terungkap. Namun, petugas telah melakukan penelusuran awal menggunakan sketsa wajah yang diperoleh dari rekaman kamera pengawas.
“Belum maksimal, baru dicek menggunakan sketsa wajah. Hanya diduga cuma alamatnya di Palembang,” kata Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati AKP Fadoli, Jumat (06/02/2026).
Meski telah mengantongi dugaan alamat, polisi masih terus melakukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan identitas pelaku secara pasti. Penyelidikan juga dilakukan dengan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar lokasi kejadian guna mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai pergerakan pelaku.
Pihak kepolisian menduga pelaku telah meninggalkan wilayah Jakarta setelah video aksinya tersebar luas di internet. Oleh karena itu, proses pelacakan juga dilakukan dengan memperluas koordinasi dengan pihak terkait di luar daerah.
Selain mengidentifikasi pelaku, polisi juga masih berupaya mengetahui jumlah kerugian yang dialami pihak keluarga yang sedang berduka. Hingga saat ini, nilai uang sumbangan yang diambil pelaku belum dapat dipastikan.
Hal tersebut karena amplop berisi sumbangan dari para pelayat belum sempat dibuka oleh keluarga korban saat kejadian berlangsung.
“Karena sumbangan warga yang ada di amplop, belum sempat dibuka dan dihitung oleh keluarga jadi tidak ketahuan jumlahnya,” sebutnya.
Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi juga menemukan indikasi bahwa wanita tersebut tidak hanya sekali melakukan aksi serupa. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, pelaku diduga telah melakukan pencurian uang takziah di beberapa lokasi dengan modus yang sama.
“Iya betul sama seperti dua kejadian sebelumnya,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kramat Jati AKP Fadoli, dilansir Antara, Kamis (05/03/2026).
Menurut polisi, wanita tersebut diduga telah melakukan sedikitnya tiga kali aksi pencurian dengan menyasar rumah duka. Modus yang digunakan relatif sama, yakni dengan berpura-pura datang melayat seperti pelayat lainnya.
Dalam aksinya, pelaku terlebih dahulu masuk ke rumah duka dan berbaur dengan para tamu yang datang untuk menyampaikan belasungkawa. Dengan memanfaatkan situasi berkabung yang biasanya dipenuhi banyak orang, pelaku kemudian mencari kesempatan untuk mengambil amplop berisi uang sumbangan yang disiapkan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dua kejadian serupa sebelumnya dilaporkan terjadi di lokasi berbeda di Jakarta Timur. Peristiwa pertama berlangsung di Jalan Damai, kawasan Lubang Buaya, pada 22 Desember 2025. Sementara kejadian kedua terjadi di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus, pada 4 Februari 2026.
Polisi menduga pelaku yang terlibat dalam ketiga peristiwa tersebut merupakan orang yang sama karena memiliki pola tindakan yang identik.
“Betul, memang kasus dan pelakunya sama,” katanya.
Saat ini aparat kepolisian terus mengembangkan penyelidikan guna memastikan identitas pelaku sekaligus melacak keberadaannya. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti acara takziah atau kegiatan sosial lainnya.
Apabila masyarakat memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan, pihak kepolisian meminta agar segera melaporkannya kepada aparat setempat. []
Diyan Febriana Citra.

