Prabowo Ajak Australia Perkuat Pendidikan Indonesia

Prabowo Ajak Australia Perkuat Pendidikan Indonesia

Bagikan:

JAKARTA — Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan sektor pendidikan nasional melalui kerja sama internasional. Salah satu langkah strategis itu ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto dengan mengajak Australia berperan aktif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui penguatan kapasitas guru dan tenaga pengajar di Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan dalam sesi pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (06/02/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin negara membahas berbagai agenda kerja sama strategis, mulai dari pendidikan, pengembangan tenaga kerja terampil, hingga penguatan hubungan bilateral sebagai negara bertetangga di kawasan Indo-Pasifik.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi fondasi utama pembangunan jangka panjang Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan kualitas tenaga pendidik dipandang sebagai kunci untuk membangun sistem pendidikan yang lebih kuat dan berdaya saing.

“Perdana Menteri Albanese dan saya juga membahas kerja sama di bidang pendidikan dan tenaga kerja terampil. Saya juga mengundang Australia untuk mendukung upaya kita dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para guru dan tenaga pengajar,” kata dia.

Menurut Presiden, peningkatan kapasitas tersebut tidak hanya bersifat pelatihan teknis, tetapi juga mencakup pengembangan kompetensi akademik, metodologi pengajaran, serta penguatan profesionalisme tenaga pendidik. Para guru dan pengajar yang telah mendapatkan peningkatan kapasitas tersebut nantinya akan berperan aktif dalam mendukung pengembangan lembaga pendidikan baru di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa tenaga pengajar tersebut akan ditempatkan di universitas-universitas serta sekolah-sekolah baru yang tengah dibangun pemerintah sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran di berbagai daerah.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Australia melalui program Australia Awards Garuda Scholarship. Program beasiswa tersebut dinilai sejalan dengan visi penguatan sumber daya manusia Indonesia, khususnya dalam mencetak generasi akademisi dan profesional yang kompeten serta memiliki daya saing global.

Di luar sektor pendidikan, pertemuan tersebut turut membahas isu strategis lainnya, yakni pengembangan tenaga kerja terampil. Presiden menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam penyediaan sumber daya manusia profesional yang mampu berkontribusi pada pasar kerja internasional, termasuk di Australia.

Dalam konteks tersebut, ia mengusulkan perluasan kerja sama pengakuan sertifikasi profesi melalui mekanisme Mutual Recognition Agreements (MRA). Skema ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi tenaga profesional Indonesia untuk bekerja dan berkontribusi secara legal serta terstandar di Australia.

“Saya mengusulkan perluasan Mutual Recognition Agreements bagi sertifikasi profesi sehingga para profesional Indonesia dapat berkontribusi lebih banyak bagi perekonomian Australia,” kata dia.

Kunjungan Perdana Menteri Anthony Albanese ke Istana Merdeka dinilai sebagai momentum penting dalam memperkuat hubungan strategis Indonesia–Australia. Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut, meskipun di tengah agenda kenegaraan Albanese yang padat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menyambut langsung kedatangan PM Australia di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sehari sebelumnya.

“Terima kasih, Perdana Menteri, sudah datang ke sini hari ini. Senang bertemu dengan Anda,” ujar dia.

Sementara itu, Perdana Menteri Anthony Albanese menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Australia terus berkembang menjadi semakin erat. Menurutnya, intensitas kunjungan antar pemimpin kedua negara mencerminkan kedekatan hubungan sebagai tetangga sekaligus mitra strategis dan sahabat.

Ia menyebut kunjungan ini bukan yang pertama, dan menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama lintas sektor, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun pembangunan sumber daya manusia. Hubungan bilateral tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara dalam jangka panjang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional