Prabowo Beberkan Aspirasi Apindo, Singgung Efek MBG ke Ekonomi

Prabowo Beberkan Aspirasi Apindo, Singgung Efek MBG ke Ekonomi

Bagikan:

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kalangan pengusaha melihat adanya pergerakan positif pada konsumsi domestik sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan. Hal itu ia ungkapkan saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Polres Jakarta Barat, Jumat (13/02/2026).

Dalam keterangannya, Prabowo mengaku menerima laporan langsung dari para pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Mereka menyebut terjadi lonjakan konsumsi rumah tangga pada awal tahun ini yang dinilai tidak biasa dibandingkan periode sebelumnya.

“Saya ketemu pengusaha-pengusaha Apindo, mereka lapor saya, ‘Pak, belum pernah, sudah lama sekali, belum pernah, bulan Januari konsumsi rumah tangga di Indonesia naik sangat tinggi,’ dan ini menurut mereka, ini karena MBG,” kata Prabowo, di SPPG Palmerah, Polres Jakarta Barat, Jumat (13/02/2026).

Program MBG yang digulirkan pemerintah tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga dirancang menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Setiap hari, satu dapur SPPG membutuhkan pasokan bahan pokok seperti sayuran, telur, dan daging dalam jumlah besar. Rantai pasok tersebut secara langsung melibatkan petani, peternak, hingga pelaku usaha distribusi pangan.

Menurut Presiden, keberlanjutan pembelian bahan pangan dalam skala besar memberi kepastian pasar bagi produsen kecil di daerah. “Ini menghidupkan petani-petani kecil, mereka sekarang yakin punya penghasilan. Dulu mereka panen tidak tahu siapa yang beli, sekarang dijamin produksi mereka diserap,” tutur dia.

Prabowo menambahkan, dampak sosial program ini juga mulai dirasakan di berbagai wilayah. Ia mengaku memperoleh laporan dari sejumlah kepala daerah yang menilai MBG berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan ekonomi.

“Mereka (kepala daerah) katakan, mereka sekarang yakin manfaat dari MBG, karena apa? Mengurangi kesenjangan, kesenjangan antara yang kaya dan miskin itu diukur oleh Gini Rasio, mereka lihat Gini Rasionya berkurang,” ungkap Prabowo.

Selain memperkuat daya beli dan distribusi pangan, program ini juga membuka lapangan pekerjaan baru. Dalam satu unit dapur SPPG, rata-rata terdapat sekitar 50 tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi dan distribusi makanan.

“Lapangan kerja dibentuk, satu dapur satu SPPG 50 orang bekerja, yang tadinya tidak punya penghasilan, mereka bekerja. Mereka bisa bantu suami, mereka bisa bantu anaknya,” imbuh dia.

Pemerintah memandang MBG sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia sekaligus instrumen penggerak ekonomi berbasis konsumsi domestik. Dengan melibatkan pelaku usaha lokal dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, program ini diharapkan menciptakan siklus ekonomi yang lebih inklusif.

Meski demikian, efektivitas jangka panjang program tetap akan bergantung pada pengelolaan anggaran, pengawasan distribusi, serta konsistensi pasokan bahan pangan. Pemerintah menyatakan akan terus melakukan evaluasi agar manfaat ekonomi dan sosialnya dapat terukur serta berkelanjutan.

Pernyataan Presiden tersebut sekaligus menegaskan bahwa MBG tidak semata-mata kebijakan sosial, melainkan juga instrumen ekonomi yang memengaruhi konsumsi rumah tangga, kesempatan kerja, dan pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional