JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperkuat diplomasi pendidikan tinggi sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional. Upaya tersebut tercermin dari rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris pada pekan depan, yang akan difokuskan pada penguatan kerja sama dengan universitas-universitas terbaik dunia.
Informasi mengenai agenda kunjungan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, usai menghadiri pertemuan bersama para guru besar, rektor, dan dekan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/01/2026). Menurut Stella, kunjungan Presiden ke Inggris tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan diarahkan untuk membangun kolaborasi strategis di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan sains serta teknologi.
“Minggu depan Bapak Presiden akan ke UK, disampaikan juga oleh Bapak Presiden. Kebetulan saya juga secara langsung mempersiapkan dengan Russell Group Universities,” kata Stella usai pertemuan tersebut.
Stella menjelaskan bahwa Russell Group Universities merupakan konsorsium yang beranggotakan 24 universitas terkemuka di Inggris, yang dikenal memiliki reputasi global dalam bidang riset, inovasi, dan pendidikan tinggi. Keterlibatan kelompok universitas tersebut dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang ingin membawa pendidikan tinggi Indonesia ke level internasional melalui kemitraan dengan institusi akademik papan atas dunia.
Ia menegaskan, Presiden Prabowo memiliki pandangan selektif dalam menjalin kerja sama luar negeri, khususnya di sektor pendidikan. Pemerintah, kata Stella, tidak ingin menjalin kemitraan secara sembarangan, melainkan memastikan bahwa kolaborasi yang dibangun benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di dalam negeri.
“Jadi Bapak Presiden hanya ingin mendiskusikan dengan yang papan atas. Jadi tidak membawa universitas sembarangan dari luar. Hanya yang paling top sekali di luar untuk bisa ke Indonesia,” ujarnya.
Menurut Stella, kerja sama dengan universitas-universitas terbaik dunia diharapkan dapat mendorong transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas dosen dan peneliti, serta penguatan ekosistem riset nasional. Selain itu, kolaborasi internasional juga dinilai penting untuk membuka akses mahasiswa dan akademisi Indonesia terhadap jejaring global, teknologi mutakhir, serta praktik terbaik dalam pengelolaan perguruan tinggi.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini proses pembahasan kerja sama masih berlangsung dan akan terus dimatangkan menjelang kunjungan Presiden. Agenda di Inggris nantinya tidak hanya mencakup pertemuan formal, tetapi juga diskusi mendalam terkait peluang pengembangan pendidikan tinggi Indonesia, termasuk bidang riset strategis dan penguatan inovasi berbasis sains dan teknologi.
Stella menilai komitmen Presiden Prabowo terhadap sektor pendidikan tinggi tercermin dari perhatian serius yang diberikan pada riset dan pengembangan teknologi sebagai fondasi pembangunan jangka panjang bangsa. Pemerintah, kata dia, berupaya memastikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kemampuan domestik, tetapi juga diperkuat melalui kolaborasi global yang setara dan saling menguntungkan.
“Jadi, perhatian Bapak Presiden terhadap riset, sains, dan teknologi serta pendidikan tinggi ini sangat luar biasa besar sekali. Dan juga kita meningkatkan kualitas bersama dari dalam negeri dibantu juga oleh partner-partner kita dari luar negeri,” tandas dia.
Dengan rencana kunjungan tersebut, pemerintah berharap kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia unggul, mendorong daya saing perguruan tinggi Indonesia, serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta pendidikan dan riset global. []
Diyan Febriana Citra.

