JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan pola kerja intensifnya pada awal tahun 2026 dengan menggelar pertemuan tertutup bersama sejumlah pejabat negara di kediaman dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (02/01/2026) sore hingga malam. Pertemuan tersebut menegaskan fokus pemerintah terhadap agenda strategis, khususnya terkait penanganan dan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Indonesia.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Sekretariat Pribadi Presiden Rizky Irmansyah. Kehadiran lintas lembaga ini mencerminkan koordinasi politik dan pemerintahan yang dilakukan langsung oleh Presiden.
Momen pertemuan itu turut diunggah melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet. Dalam unggahan tersebut terlihat Presiden Prabowo memimpin rapat dengan duduk di sisi tengah meja, menghadap para peserta pertemuan. Suasana rapat tampak serius dan berlangsung dalam forum terbatas.
“Sore hingga malam tadi, Presiden Prabowo melakukan pertemuan dengan menerima Wakil Ketua DPR, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, di kediaman dinas Presiden, Widya Chandra, Jumat 2 Januari 2026,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Dari informasi yang disampaikan, salah satu fokus utama rapat adalah laporan penanganan bencana yang disampaikan langsung oleh Sufmi Dasco Ahmad. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana, Dasco menyampaikan perkembangan terkini terkait proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
“Laporan Prof. Dasco sebagai Ketua satgas pemulihan pascabencana terkait rekonstruksi & rehabilitasi 3 provinsi di Sumatra,” katanya.
Pembahasan ini menjadi krusial mengingat sejumlah daerah di Sumatra masih menghadapi dampak signifikan akibat bencana alam yang terjadi pada penghujung 2025. Pemerintah menilai pemulihan infrastruktur, layanan publik, serta kehidupan sosial-ekonomi masyarakat harus dilakukan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Tak hanya menerima laporan, Presiden Prabowo juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk memberikan arahan serta penugasan khusus kepada para pejabat yang hadir. Penugasan ini disebut sebagai bagian dari langkah awal pemerintahan dalam memastikan agenda kerja tahun 2026 berjalan efektif sejak awal.
“Penugasan khusus awal tahun dari Bapak Presiden untuk masing-masing peserta pertemuan,” katanya.
Langkah Presiden menggelar rapat di luar Istana Negara menunjukkan pendekatan fleksibel namun tetap terkontrol dalam pengambilan keputusan strategis. Widya Chandra kerap menjadi lokasi pertemuan penting yang bersifat koordinatif dan mendesak, terutama menyangkut isu nasional.
Pertemuan ini juga memperlihatkan keterlibatan aktif DPR dalam agenda pemulihan nasional, sekaligus sinyal kuat bahwa pemerintah dan legislatif berupaya menjaga sinergi dalam menghadapi tantangan kebencanaan. Dengan dimulainya tahun anggaran baru, pemerintah berharap seluruh program pemulihan dapat segera dieksekusi secara maksimal demi kepentingan masyarakat terdampak. []
Diyan Febriana Citra.

