JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tetap berada pada jalur politik luar negeri yang konsisten, yakni menjalankan prinsip bebas aktif di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Sikap tersebut dinilai menjadi landasan penting bagi Indonesia dalam menjaga hubungan internasional tanpa harus terjebak dalam kepentingan blok kekuatan tertentu.
Pernyataan itu disampaikan Presiden saat menyinggung kondisi dunia yang saat ini diwarnai berbagai konflik dan ketegangan di sejumlah wilayah. Ia menilai situasi geopolitik global yang tidak stabil menjadi pengingat bagi Indonesia untuk tetap mempertahankan prinsip politik luar negeri yang independen.
Menurut Presiden, konflik yang terjadi di berbagai kawasan dunia, termasuk di Timur Tengah, menunjukkan bahwa ketegangan internasional masih menjadi tantangan serius bagi stabilitas global. Meskipun Indonesia secara geografis berada jauh dari wilayah konflik tersebut, dampaknya tetap dapat dirasakan karena keterhubungan antarnegara di era globalisasi semakin kuat.
Dalam kondisi tersebut, Indonesia dinilai harus tetap berhati-hati dalam menentukan sikap politik luar negerinya. Presiden menekankan bahwa posisi Indonesia selama ini telah berada di jalur yang tepat dengan tidak memihak pada kekuatan atau blok tertentu.
“Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, non-blok,” kata sebagaimana dikutip dalam tayangan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (09/03/2026) sore.
Ia menjelaskan bahwa prinsip bebas aktif merupakan fondasi utama diplomasi Indonesia sejak lama. Prinsip tersebut memungkinkan Indonesia tetap berperan aktif dalam percaturan internasional sekaligus menjaga independensi dalam menentukan kebijakan luar negeri.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia menghormati seluruh negara di dunia tanpa memandang perbedaan kekuatan politik, ekonomi, maupun ideologi. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun hubungan yang saling menghargai di antara bangsa-bangsa.
“Kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri kita menghormati semua bangsa, menghormati semua agama, menghormati semua ras, menghormati semua kelompok etnis,” ujarnya.
Presiden juga menilai bahwa sikap saling menghormati tersebut bukan hanya tercermin dalam kebijakan luar negeri, tetapi juga menjadi bagian dari identitas nasional Indonesia. Nilai kebangsaan yang menjunjung tinggi keberagaman diyakini menjadi kekuatan utama bangsa dalam menjaga stabilitas sosial dan politik.
Menurutnya, keberagaman masyarakat Indonesia yang terdiri dari ratusan kelompok etnis dan latar belakang budaya dapat tetap hidup berdampingan secara damai karena adanya semangat toleransi dan persatuan.
“Inilah yang membuat Indonesia sekarang menikmati kondisi yang damai. Kita bisa hidup berdampingan ratusan kelompok etnis tapi kita bisa rukun,” imbuh Prabowo.
Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, Presiden menilai Indonesia perlu terus memperkuat peran diplomasi yang berimbang serta menjalin hubungan baik dengan berbagai negara. Dengan tetap memegang prinsip bebas aktif, Indonesia diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas global sekaligus melindungi kepentingan nasional.
Sikap tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan Indonesia tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan geopolitik internasional tanpa kehilangan kemandirian dalam menentukan arah kebijakan luar negeri. []
Diyan Febriana Citra.

