Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Lawatan Diplomatik ke Empat Negara

Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Lawatan Diplomatik ke Empat Negara

Bagikan:

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja luar negeri yang padat dan bernuansa strategis. Kepulangan Prabowo menandai berakhirnya lawatan diplomatik sejak 19 Februari 2026, yang mencakup Amerika Serikat, Inggris, Yordania, hingga Persatuan Emirat Arab (PEA).

Berdasarkan siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (27/02/2026), pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden Prabowo mendarat di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 08.52 WIB. Setibanya di landasan, Prabowo turun dari pesawat dan langsung disambut sejumlah pejabat tinggi negara.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Agus Subiyanto. Presiden tampak berbincang singkat dengan para pejabat tersebut sebelum meninggalkan lokasi bandara.

Kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo kali ini dinilai memiliki bobot diplomatik yang kuat, karena mencakup isu perdamaian global, ekonomi, hingga investasi. Di Amerika Serikat, Prabowo menghadiri rapat perdana Board of Peace, sebuah forum internasional yang membahas stabilitas dan keamanan dunia. Dalam agenda tersebut, Presiden juga melakukan pertemuan dengan 12 pengusaha ternama AS, sekaligus membahas isu tarif resiprokal yang berdampak pada hubungan perdagangan kedua negara.

Setelah dari AS, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Inggris. Di London, Presiden menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) dengan Arm Limited. Kerja sama ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem investasi dan teknologi Indonesia di tingkat global.

Agenda berikutnya membawa Presiden ke Yordania untuk bertemu Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Abdullah II ibn Al Hussein. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo kembali menegaskan posisi Indonesia yang konsisten dalam mendukung solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian Palestina. Sikap ini menegaskan peran Indonesia sebagai aktor diplomatik yang aktif dalam isu-isu kemanusiaan internasional.

Lawatan Presiden kemudian ditutup di Abu Dhabi, PEA, dengan pertemuan bilateral bersama Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ. Pertemuan tersebut diawali dengan agenda buka puasa bersama di Istana Qasr Al Bahr, yang turut dihadiri enam pimpinan PEA lainnya. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan erat kedua negara.

Dalam pertemuan itu, pembahasan difokuskan pada penguatan kerja sama ekonomi dan investasi. Pemerintah PEA menyatakan minatnya untuk menambah investasi di Indonesia, sejalan dengan upaya Jakarta memperluas kemitraan strategis dengan negara-negara Timur Tengah.

Kepulangan Presiden Prabowo ke Indonesia membawa sejumlah hasil diplomasi yang dinilai signifikan, mulai dari penguatan posisi Indonesia dalam isu perdamaian global hingga pembukaan peluang investasi baru. Agenda-agenda tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dan memperkuat peran Indonesia di panggung internasional. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Breaking News Nasional