Rismon Sianipar Sambangi Gibran di Istana Wapres

Rismon Sianipar Sambangi Gibran di Istana Wapres

Bagikan:

JAKARTA – Seorang tersangka dalam perkara tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI mendatangi kantor Wakil Presiden di Jakarta. Sosok tersebut adalah Rismon Sianipar yang terlihat tiba di Kompleks Istana Wakil Presiden pada Jumat (13/03/2026) pagi.

Kedatangannya berkaitan dengan agenda pertemuan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan pantauan di lokasi, Rismon tiba sekitar pukul 09.57 WIB dan langsung memasuki area kantor Wakil Presiden.

Rismon tampak mengenakan pakaian bernuansa biru tua saat tiba di lokasi. Ia berjalan menuju ruang pertemuan tanpa memberikan penjelasan panjang kepada awak media yang menunggu di sekitar kompleks istana.

Ketika dimintai keterangan mengenai tujuan kedatangannya, Rismon memilih tidak banyak berbicara. Ia hanya menyebut bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi.

Pertemuan antara Rismon dan Gibran sendiri berlangsung secara tertutup tanpa akses bagi media. Hingga pertemuan selesai, tidak ada penjelasan rinci mengenai isi pembicaraan yang dilakukan dalam pertemuan tersebut.

Nama Rismon belakangan menjadi sorotan publik karena statusnya sebagai salah satu tersangka dalam perkara dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu yang diarahkan kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Kasus tersebut ditangani oleh Polda Metro Jaya. Dalam perkembangan penyidikan, aparat kepolisian menetapkan delapan orang sebagai tersangka setelah melalui proses penyelidikan yang cukup panjang.

Rismon menjadi salah satu dari delapan orang tersebut. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah bukti serta keterangan saksi terkait dugaan penyebaran informasi yang dianggap mencemarkan nama baik.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Rismon sebelumnya juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo beserta keluarganya. Permintaan maaf itu muncul setelah ia mengaku menemukan fakta baru dalam penelitian yang pernah dilakukannya terkait ijazah Jokowi.

“Saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi terkait dengan temuan-temuan saya yang baru yang saya umumkan,” ujar Rismon seperti dilansir dari kanal YouTube Balige Academy, Kamis (12/03/2026).

Ia juga mengakui terdapat kekeliruan dalam penelitian yang sebelumnya dituangkan dalam bukunya berjudul Jokowi’s White Paper. Temuan terbaru yang ia dapatkan disebut berbeda dengan kesimpulan yang pernah disampaikan sebelumnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik karena sebelumnya isu mengenai ijazah Presiden Jokowi sempat ramai diperbincangkan di ruang publik dan media sosial.

Menanggapi permohonan maaf tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan tanggapan secara tertulis. Dalam pernyataannya, ia menilai momen bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan.

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” ucap Gibran dalam keterangannya, Kamis (12/03/2026).

Menurut Gibran, sikap Rismon yang menyampaikan klarifikasi serta kesediaannya meninjau ulang pernyataan sebelumnya merupakan bagian dari proses kedewasaan dalam kehidupan demokrasi.

Ia juga mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dalam menyikapi perdebatan yang berkembang di ruang publik.

Meski demikian, proses hukum terkait perkara tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

Pertemuan antara Rismon dan Gibran di Istana Wakil Presiden menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam dinamika kasus ini, meskipun belum diketahui secara pasti apakah pertemuan tersebut berkaitan langsung dengan proses hukum yang sedang berjalan atau hanya sebatas silaturahmi. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional