TEL AVIV – Gelombang serangan rudal dari Iran dan tembakan roket Hizbullah dari Lebanon kembali mengguncang Israel pada Kamis pagi, 2 April 2026, hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato nasional terkait eskalasi perang melawan Iran. Militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara langsung diaktifkan untuk merespons serangan tersebut, sementara sedikitnya empat orang dilaporkan mengalami luka ringan di kawasan Tel Aviv.
Sirene serangan udara juga terdengar di wilayah utara Israel yang berbatasan dengan Lebanon. Dalam perkembangan terbaru, kelompok Hizbullah mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket yang diarahkan ke pasukan Israel di area perbatasan, serta serangan drone ke sebuah desa. Serangan ini menandai berlanjutnya intensitas konflik regional yang melibatkan kelompok pro-Teheran di Lebanon.
Menurut militer Israel, gelombang tembakan rudal Iran terjadi pada Kamis pagi waktu setempat dan langsung dihadapi oleh sistem pertahanan udara negara tersebut. Empat warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat dampak serangan di wilayah Tel Aviv.
Serangan ini terjadi setelah Trump memberikan pidato kepada publik AS mengenai perkembangan perang dengan Iran pada Rabu malam waktu Washington. Dalam pidatonya, Trump menegaskan operasi militer masih berlangsung dan menyebut kampanye tersebut hampir mencapai sasaran strategisnya. Sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia, Kamis, (02/04/2026), eskalasi terbaru ini memicu kekhawatiran atas meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Konflik yang melibatkan Iran, Israel, serta kelompok sekutu regional seperti Hizbullah diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, dengan risiko meningkatnya korban sipil dan ketidakstabilan geopolitik di kawasan. []
Redaksi05

