Serangan Drone Sasar Hotel Al Rasheed, Irak Siaga Tinggi

Serangan Drone Sasar Hotel Al Rasheed, Irak Siaga Tinggi

Bagikan:

BAGHDAD – Situasi keamanan di kawasan Zona Hijau, Baghdad, Irak, kembali memanas setelah sebuah pesawat nirawak (drone) menghantam atap Hotel Al Rasheed, lokasi yang kerap digunakan diplomat asing, pada Senin (16/03/2026). Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik kawasan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irak menyatakan proyektil yang jatuh di hotel tersebut dipastikan merupakan drone, meski asal dan pelakunya masih dalam penyelidikan.

“Sebuah proyektil jatuh di atap Hotel Al Rasheed,” demikian pernyataan Kemendagri Irak sebagaimana dilansir Cnn Indonesia, Senin, (16/03/2026).

“Tak ada korban jiwa atau bangunan lain yang terdampak,” lanjut pernyataan itu.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api sempat terlihat berkobar di bagian atap hotel usai drone menghantam bangunan. Aparat keamanan Irak segera merespons dengan mengerahkan personel dalam jumlah besar untuk mengamankan area, disertai kehadiran tim pemadam kebakaran dan ambulans guna mengantisipasi dampak lanjutan.

Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah sistem pertahanan udara Irak menggagalkan serangan roket yang menargetkan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad. Serangan tersebut berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.

“Pasukan Pertahanan Udara menggagalkan serangan dengan empat roket,” kata seorang pejabat pertahanan Irak.

Ketegangan di Irak meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah kelompok milisi Khateeb Hizbullah mengumumkan tewasnya salah satu pimpinan mereka, Abu Ali Al Askari, dalam serangan di Baghdad pada 14 Maret 2026. Peristiwa tersebut diduga turut memperkeruh situasi keamanan di ibu kota.

Di sisi lain, konflik yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran turut memicu instabilitas di kawasan. Serangan balasan yang menyasar aset militer dan fasilitas diplomatik memperbesar risiko eskalasi, termasuk di wilayah Irak yang menjadi salah satu titik strategis.

Insiden serangan drone di Zona Hijau ini menambah kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas diplomatik dan internasional di Baghdad, sekaligus menunjukkan bahwa ancaman serangan masih terus berlangsung di tengah konflik regional yang belum mereda. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang