Serangan Israel Meluas di Lebanon Selatan, Lima Tewas dan Puluhan Luka

Serangan Israel Meluas di Lebanon Selatan, Lima Tewas dan Puluhan Luka

Bagikan:

BEIRUT – Eskalasi konflik di Lebanon selatan kembali meningkat setelah serangan militer Israel dilaporkan meluas ke sekitar 30 titik pada Minggu (12/04/2026). Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sedikitnya lima orang tewas dan 25 lainnya terluka dalam serangan terbaru yang menghantam kawasan Qana dan sejumlah wilayah lain di bagian selatan negara tersebut.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah ketidakjelasan penerapan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah. Israel menyatakan kesepakatan ceasefire tersebut tidak mencakup operasi militernya terhadap Hizbullah, kelompok bersenjata yang didukung Iran, sehingga serangan lintas perbatasan masih terus berlanjut.

Kantor Berita Nasional Lebanon (National News Agency/NNA) melaporkan bahwa serangan udara Israel menyasar rumah-rumah warga serta infrastruktur sipil di wilayah Qana. Selain wilayah selatan, serangan tambahan juga dilaporkan terjadi di kawasan Bekaa Barat.

Dampak serangan terlihat dari kehancuran bangunan di sejumlah titik. Tim penyelamat dan alat berat dikerahkan untuk membersihkan puing-puing, sementara petugas medis mengevakuasi korban dari bawah reruntuhan bangunan yang ambruk.

Kementerian Kesehatan Lebanon juga memperbarui jumlah korban jiwa sejak perang meletus pada 2 Maret 2026 menjadi 2.055 orang, termasuk 165 anak-anak dan 87 tenaga kesehatan. Angka ini menunjukkan semakin besarnya dampak kemanusiaan yang ditimbulkan oleh konflik berkepanjangan tersebut.

Di wilayah Bazuriyeh, fasilitas layanan darurat turut terdampak serangan. Hassan Berro, petugas penyelamat dari asosiasi Risala Scout, mengatakan: “Pusat darurat kami terkena serangan dan hancur total, beserta seluruh isinya, termasuk tempat tidur dan peralatan medis.”

Kerusakan pada fasilitas medis itu menyebabkan sejumlah jendela pecah, puing berserakan di ruang perawatan, serta dinding dan langit-langit bangunan mengalami kerusakan parah.

Di sisi lain, Hizbullah menyatakan telah melancarkan serangan balasan terhadap target-target Israel di wilayah perbatasan dan di dalam Lebanon, termasuk pasukan di Kota Bint Jbeil yang dilaporkan menjadi lokasi pertempuran sengit.

Militer Israel pada hari yang sama menuduh Hizbullah memanfaatkan kompleks rumah sakit di kawasan tersebut untuk kepentingan militer. Tuduhan ini menambah ketegangan di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap keselamatan warga sipil dan fasilitas kesehatan, sebagaimana dilansir AFP, Minggu (12/04/2026).

Konflik yang terus meluas ini memunculkan tekanan moral dan diplomatik dari berbagai pihak internasional agar perlindungan terhadap warga sipil menjadi prioritas utama di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang