Serangan Udara Israel Picu Tiga Ledakan Besar di Beirut

Serangan Udara Israel Picu Tiga Ledakan Besar di Beirut

Bagikan:

BEIRUT – Tiga ledakan besar mengguncang pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada Rabu (01/04/2026) dini hari waktu setempat setelah serangan udara yang dilaporkan berasal dari Israel menghantam kawasan Jnah. Serangan ini memicu kepulan asap tebal, membakar sejumlah kendaraan, dan mendorong ambulans bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Berbeda dari sudut pandang berita asal yang berfokus pada ledakan semata, peristiwa ini dapat dilihat sebagai eskalasi terbaru konflik lintas perbatasan yang kembali merambah area perkotaan Beirut. Seorang koresponden Agence France-Presse (AFP) melaporkan asap membubung dari distrik Jnah sesaat setelah tiga dentuman besar terdengar di berbagai penjuru kota.

Rekaman media lokal memperlihatkan beberapa mobil terbakar di depan sebuah bangunan yang masih dalam tahap pembangunan. Kondisi tersebut menunjukkan titik serangan berada di area yang berdekatan dengan jalur lalu lintas utama dan kawasan aktivitas sipil.

Media pemerintah Lebanon juga melaporkan bahwa serangan udara Israel menghantam sebuah mobil di jalan utama selatan Beirut. “Koresponden Kantor Berita Nasional melaporkan bahwa sebuah mobil di jalan raya Khalde menjadi sasaran lebih dari satu rudal yang ditembakkan dari drone Israel yang bermusuhan,” katanya, sebagaimana diwartakan Detik, Rabu (01/04/2026).

Sumber lain menyebut militer Israel mengonfirmasi telah melakukan serangan terpisah di area Beirut dengan target yang diklaim sebagai anggota senior Hizbullah. Namun, identitas target dan dampak akhir dari serangan tersebut belum diumumkan secara rinci.

Hingga berita ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun korban luka akibat tiga ledakan tersebut. Namun, intensitas serangan di wilayah selatan Beirut memperlihatkan meningkatnya ketegangan keamanan di Lebanon, khususnya di kawasan yang selama ini menjadi titik sensitif konflik regional.

Peristiwa ini diperkirakan akan semakin memperburuk situasi keamanan di Lebanon dan berpotensi memicu respons lanjutan dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik kawasan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang