JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam sebuah pertemuan yang berlangsung hingga larut malam di kantor Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Kementerian Sosial.
Informasi mengenai pertemuan itu disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia pada Jumat (13/03/2026). Dalam keterangan yang dibagikan, disebutkan bahwa pertemuan berlangsung pada Rabu (12/03/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
“Tadi malam jam 23.30, Seskab Teddy menerima kedatangan Bapak Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau dikenal dengan Gus Ipul di kantor Sekretariat Kabinet, Rabu 12 Maret 2026,” tulis Teddy.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan laporan terkait perkembangan program Sekolah Rakyat yang saat ini sedang dijalankan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program tersebut dirancang untuk membantu anak-anak dari kelompok rentan agar dapat kembali mengakses pendidikan formal.
Teddy menjelaskan bahwa program ini telah memberikan dampak positif bagi anak-anak yang sebelumnya tidak dapat melanjutkan pendidikan. Pemerintah berupaya menyediakan berbagai fasilitas pendukung agar para peserta program dapat belajar dengan lebih layak.
“Menteri Sosial bersilaturahmi sekaligus melaporkan perkembangan program sekolah rakyat yang Kementerian Sosial kerjakan. Alhamdulillah dalam satu tahun ini hampir 20 ribu anak-anak putus sekolah dapat kembali bersekolah dan mendapat tempat tinggal yang layak, makanan, gizi dan jaminan kesehatan yang memadai,” ujarnya.
Selain kesempatan bersekolah kembali, para peserta program juga memperoleh fasilitas tempat tinggal, asupan gizi, serta jaminan kesehatan. Upaya ini diharapkan dapat memberikan perlindungan sekaligus masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan.
Program Sekolah Rakyat disebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak di Indonesia, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu atau hidup dalam kondisi rentan.
Menurut Teddy, kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia.
“Presiden Prabowo tidak ingin ada lagi anak-anak yang seharusnya bersekolah tetapi tidak dapat bersekolah. Serta tidak ingin ada anak-anak yang harus berada hidup, mencari makan dan tinggal di jalanan,” terang dia.
Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan anak-anak yang sebelumnya hidup di jalanan atau mengalami putus sekolah dapat kembali memperoleh kesempatan belajar di lingkungan yang lebih aman dan terstruktur.
Pemerintah juga berencana memperluas cakupan program Sekolah Rakyat secara bertahap setiap tahun. Dengan peningkatan jumlah peserta, diharapkan semakin banyak anak yang dapat merasakan manfaat dari program tersebut.
Selain meningkatkan jumlah penerima manfaat, pemerintah juga berencana memperkuat kualitas layanan pendidikan dan fasilitas yang diberikan kepada para siswa.
“Setiap tahunnya program ini akan terus ditingkatkan dan kita pastikan dapat berdampak baik untuk generai muda Indonesia,” tandas dia.
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mengurangi angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kesejahteraan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui koordinasi antara kementerian dan lembaga pemerintah, diharapkan upaya tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi generasi muda di berbagai daerah. []
Diyan Febriana Citra.

