Sopir Angkot Tewas Dibacok Preman di Cilincing

Sopir Angkot Tewas Dibacok Preman di Cilincing

Bagikan:

JAKARTA – Peristiwa kekerasan yang menewaskan seorang sopir angkutan kota terjadi di wilayah Cilincing, tepatnya di kawasan Sukapura, Kamis (12/03/2026) malam. Seorang sopir angkot berinisial RM (28) meninggal dunia setelah mengalami luka bacok yang diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial AF (35).

Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh jajaran Polsek Cilincing. Aparat kepolisian telah mengamankan terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

Kapolsek Cilincing Bobi Subasri membenarkan bahwa pelaku telah ditangkap setelah kejadian berlangsung.

“Sudah diamankan. Kami sudah periksa tiga sampai empat saksi,” kata Bobi saat dikonfirmasi Kompas.com pada Jumat (13/03/2026).

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun kepolisian, insiden bermula dari cekcok antara korban dan pelaku. Namun hingga saat ini, penyebab pasti pertengkaran tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian.

Menurut Kapolsek, perselisihan yang terjadi antara keduanya kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan ketika pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam.

“Pada intinya korban dan pelaku cekcok, kemudian pelaku langsung membacok korban,” jelasnya.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka parah yang kemudian menyebabkan korban meninggal dunia. Polisi saat ini masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap kejadian, termasuk hubungan antara korban dengan pelaku.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari para saksi yang berada di lokasi saat kejadian. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi diharapkan dapat membantu mengungkap motif serta latar belakang konflik yang terjadi.

Kapolsek juga menyampaikan bahwa hubungan antara korban dan pelaku masih belum diketahui secara pasti.

“Masih didalami dulu ya,” tambahnya.

Penyidik dari Polsek Cilincing juga tengah memeriksa pelaku secara intensif untuk mengetahui apakah terdapat faktor lain yang melatarbelakangi aksi kekerasan tersebut.

Peristiwa tragis tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah rekaman kejadian beredar di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @wargajakarta.id yang menampilkan kondisi korban setelah peristiwa pembacokan.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa korban diduga menjadi korban pembacokan oleh seorang preman. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan fakta sebenarnya terkait peristiwa tersebut.

Dalam rekaman yang beredar, korban terlihat mengenakan kaus hitam dan berada dalam kondisi lemah setelah mengalami luka akibat serangan. Beberapa warga tampak berusaha membantu korban dengan memikul tubuhnya.

Tak lama kemudian, korban terlihat tersungkur di tengah jalan dan segera dikerumuni oleh warga sekitar yang berupaya memberikan pertolongan.

Melihat kondisi jalan yang masih dilalui kendaraan, warga kemudian memindahkan korban ke pinggir jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas sekaligus memudahkan proses evakuasi.

Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan yang terjadi di ruang publik. Kepolisian menyatakan akan terus mendalami kasus tersebut untuk memastikan motif serta kronologi lengkap kejadian.

Selain memeriksa saksi, polisi juga kemungkinan akan melakukan rekonstruksi kejadian apabila diperlukan dalam proses penyidikan.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai peristiwa tersebut sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Saat ini, penyidik masih bekerja untuk mengungkap seluruh fakta terkait kasus pembacokan yang menewaskan sopir angkot tersebut. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Kasus Nasional