JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap menambah satu lagi ruang terbuka hijau multifungsi bagi warga ibu kota melalui peresmian Taman Bendera Pusaka yang dijadwalkan berlangsung pada Februari tahun ini. Kehadiran taman tersebut diharapkan menjadi alternatif ruang publik baru yang tidak hanya menunjang aktivitas olahraga, tetapi juga berkontribusi terhadap kualitas lingkungan perkotaan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa proses pembangunan taman telah memasuki tahap akhir dan siap dibuka untuk masyarakat dalam waktu dekat.
“Nanti sebentar lagi, mudah-mudahan bulan depan, saya juga akan meresmikan Taman Bendera Pusaka,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Timur, Selasa (06/01/2026).
Meski belum merinci tanggal peresmian secara pasti, Pramono memastikan fasilitas utama di kawasan tersebut telah disiapkan untuk mendukung gaya hidup sehat warga Jakarta. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah lintasan lari sepanjang 1,2 kilometer yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum.
Menurut Pramono, kehadiran lintasan tersebut memberi pilihan baru bagi warga yang selama ini terpusat berolahraga di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Dengan dibukanya Taman Bendera Pusaka, masyarakat di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya memiliki ruang alternatif untuk beraktivitas fisik tanpa harus bergantung pada satu kawasan olahraga saja.
Selain lintasan lari, taman ini juga dirancang sebagai pusat aktivitas olahraga komunitas. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Andri Yansyah menyebutkan berbagai fasilitas olahraga telah disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat lintas usia.
Fasilitas tersebut meliputi lapangan basket, voli, bulu tangkis, padel, hingga area terbuka yang dapat digunakan untuk kegiatan kebugaran bersama. Dengan konsep tersebut, Taman Bendera Pusaka diharapkan mampu menjadi titik temu aktivitas sosial sekaligus olahraga warga Jakarta.
Dari sisi historis, kawasan Taman Bendera Pusaka merupakan hasil penggabungan tiga taman sebelumnya, yakni Taman Leuser, Taman Ayodya, dan Taman Langsat. Peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan taman terpadu ini telah dilakukan pada 8 Agustus 2025 sebagai bagian dari program penataan ruang terbuka hijau di Jakarta Selatan.
Tak hanya berfungsi sebagai ruang rekreasi dan olahraga, taman ini juga dirancang untuk menjawab persoalan lingkungan, khususnya pengendalian banjir. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengintegrasikan sistem drainase ramah lingkungan dan infrastruktur hijau dalam desain taman.
Melalui pendekatan tersebut, taman diharapkan mampu meningkatkan daya resap air tanah, mengurangi limpasan air hujan, serta memperbaiki sirkulasi udara di kawasan sekitarnya. Konsep ini sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta memperluas fungsi taman kota sebagai solusi ekologis di tengah kepadatan perkotaan.
Dengan berbagai fungsi yang diusung, Taman Bendera Pusaka tidak hanya diproyeksikan sebagai ruang publik baru, tetapi juga sebagai simbol transformasi taman kota Jakarta yang menggabungkan aspek olahraga, sosial, dan lingkungan dalam satu kawasan terpadu. []
Diyan Febriana Citra.

