JAKARTA – Aktivitas arus mudik Lebaran mulai terasa di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada H-6 Idulfitri, Sabtu (14/03/2026). Sejak pagi hari, terminal yang melayani bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tersebut mulai dipadati calon penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman. Para pemudik tampak memenuhi ruang tunggu dengan membawa koper, tas besar, serta berbagai barang bawaan untuk perjalanan jarak jauh.
Kondisi ini menunjukkan peningkatan aktivitas dibanding hari-hari sebelumnya. Sejumlah bus AKAP yang tiba di terminal langsung disambut calon penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan menuju berbagai kota tujuan di Pulau Jawa maupun Sumatra.
Situasi di dalam terminal terlihat cukup ramai, namun tetap terkendali. Penumpang terlihat mengantre di sejumlah loket untuk menukarkan tiket maupun menunggu keberangkatan bus sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sebagian pemudik memilih datang lebih awal agar tidak kehabisan tiket dan mendapatkan kursi di bus yang diinginkan.
Sementara itu, aktivitas para kru bus juga terlihat meningkat. Para sopir yang baru tiba dari perjalanan diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum kembali bertugas mengemudikan kendaraan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi pengemudi tetap prima selama mengangkut penumpang dalam perjalanan jauh.
Di area terminal, petugas gabungan dari Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta, serta Dinas Perhubungan DKI Jakarta terlihat bersiaga di pos pengamanan. Kehadiran aparat tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan serta memastikan aktivitas di terminal berjalan tertib selama periode arus mudik.
Selain penjagaan di pos keamanan, aparat kepolisian juga melakukan patroli rutin di sekitar area terminal. Dalam patroli tersebut, petugas bahkan mengerahkan anjing pelacak untuk mengantisipasi potensi tindak kriminal maupun gangguan keamanan lainnya.
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menyampaikan bahwa lonjakan jumlah penumpang mulai terlihat sejak sehari sebelumnya. Hal tersebut menjadi indikasi awal meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, sebagaimana diberitakan Kompas, Sabtu, (14/03/2026).
“Kalau dilihat kemarin itu penumpang sebanyak 1.725 orang pada H- 7 atau pada hari Jumat tanggal 13 Maret 2026. Kemungkinan untuk hari ini akan terus meningkat ya,” kata Revi saat ditemui, Sabtu (14/03/2026).
Menurut Revi, jumlah penumpang yang berangkat dari terminal pada hari ini diperkirakan lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Hal itu terlihat dari jumlah pemudik yang sudah berdatangan sejak pagi.
“Ya, untuk saat ini tadi sampai dengan pukul 10.00 WIB itu terdata penumpang sudah 1.000 lebih ya. berdasarkan pengalaman kita di terminal ya, puncak tidak jauh biasanya dari H-3 atau H-4,” jelasnya.
Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, puncak arus mudik di Terminal Kampung Rambutan biasanya terjadi sekitar tiga hingga empat hari sebelum Hari Raya Idulfitri. Oleh karena itu, pengelola terminal telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan penumpang yang diperkirakan semakin meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Revi juga menyebutkan bahwa pemesanan tiket bus untuk keberangkatan pada tanggal 17 hingga 18 Maret 2026 mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Meski demikian, ketersediaan tiket secara umum masih mencukupi untuk melayani kebutuhan para pemudik.
Di sisi lain, terdapat kenaikan harga tiket pada sejumlah layanan bus. Kenaikan tersebut bervariasi, mulai dari 20 hingga 30 persen, bahkan pada beberapa trayek mencapai 50 persen.
“Kenaikan harga tiket ada 20 sampai 30 persen, malah ada yang 50 persen. Jadi harga tiket ada dua jenis, pertama ada tiket ekonomi, kemudian tiket non-ekonomi. Kalau tiket ekonomi itu diatur oleh pemerintah ya, dihitung dengan rupiah per kilometer. Tapi kalau untuk tiket non-ekonomi, itu diserahkan kepada pasar atau perusahaan,” ungkapnya.
Meski harga tiket mengalami penyesuaian, minat masyarakat untuk menggunakan transportasi bus antarkota antarprovinsi tetap tinggi. Terminal Kampung Rambutan menjadi salah satu titik keberangkatan penting bagi pemudik yang menuju berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatra, hingga Nusa Tenggara. []
Diyan Febriana Citra.

