JAKARTA – Aparat kepolisian mengerahkan ratusan personel gabungan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya sejumlah aksi unjuk rasa di wilayah Jakarta Pusat pada Sabtu (07/03/2026). Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban umum mengingat terdapat beberapa agenda demonstrasi yang digelar di lokasi berbeda dalam waktu yang relatif bersamaan.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan total sebanyak 936 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi massa tersebut. Personel yang bertugas berasal dari berbagai unsur, mulai dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga jajaran kepolisian sektor (Polsek) di wilayah terkait.
“Sebanyak 936 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan aksi unjuk rasa di wilayah Jakarta Pusat hari ini,” kata Erlyn dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Sabtu (07/03/2026).
Menurut Erlyn, langkah pengamanan telah dipersiapkan sejak pagi hari. Aparat terlebih dahulu melaksanakan Tactical Wall Game (TWG) yang merupakan simulasi strategi pengamanan. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan apel kesiapan personel sebelum diterjunkan ke titik-titik lokasi aksi.
“Pada pukul 07.00 WIB dilaksanakan TWG dan apel pengamanan aksi,” ujar Erlyn.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap rencana aksi unjuk rasa yang digelar oleh Forum Komunikasi Mushollah dan Masjid Indonesia bersama sejumlah elemen masyarakat. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.
Selain mengamankan aksi tersebut, kepolisian juga menyiagakan personel di area Gedung DPR/MPR RI. Di lokasi tersebut direncanakan berlangsung unjuk rasa yang digelar oleh Komite Eksekutif Partai Buruh. Kehadiran aparat di sekitar kawasan parlemen bertujuan untuk memastikan kegiatan demonstrasi berjalan tertib serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Pengamanan juga dilakukan karena adanya rencana aksi lain yang diinformasikan melalui poster yang beredar di media sosial. Poster tersebut berisi ajakan kepada masyarakat untuk mengikuti aksi solidaritas bagi Palestina yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat.
Dalam poster tersebut, masyarakat diajak hadir dalam kegiatan bertajuk “Indonesia Bersama Kemerdekaan Palestina”. Aksi solidaritas itu direncanakan dimulai pada Sabtu (07/03/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB dengan titik kumpul di area Monumen Nasional (Monas).
Dengan adanya beberapa agenda aksi massa tersebut, aparat kepolisian berupaya memastikan seluruh kegiatan berjalan secara tertib, aman, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Pengamanan dilakukan melalui penempatan personel di berbagai titik strategis serta pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi aksi.
Polisi juga mengimbau para peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai serta mematuhi aturan yang berlaku selama kegiatan berlangsung. Pendekatan persuasif dan humanis menjadi salah satu metode yang diutamakan oleh aparat dalam mengawal jalannya demonstrasi.
Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi aksi juga diharapkan dapat menyesuaikan rute perjalanan guna menghindari potensi kepadatan lalu lintas. Penyesuaian arus kendaraan biasanya dilakukan secara situasional oleh petugas di lapangan apabila terjadi peningkatan jumlah massa atau penutupan jalan sementara.
Kehadiran ratusan personel pengamanan tersebut diharapkan mampu menjaga situasi tetap kondusif di tengah aktivitas penyampaian aspirasi masyarakat. Kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum, selama kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. []
Diyan Febriana Citra.

