JAKARTA – Kepolisian meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan di wilayah Jakarta Pusat seiring dengan rencana pelaksanaan tiga aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (12/01/2025). Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan, ketertiban umum, serta meminimalkan potensi gangguan lalu lintas di sejumlah titik strategis ibu kota.
Ketiga aksi unjuk rasa tersebut diperkirakan akan berlangsung di kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi, sehingga aparat kepolisian mempersiapkan pengamanan terpadu. Selain pengamanan terbuka dan tertutup, koordinasi juga dilakukan dengan instansi terkait guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan meskipun terdapat konsentrasi massa di beberapa lokasi.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menjelaskan bahwa demonstrasi pertama akan digelar di wilayah Gambir. Aksi ini rencananya dilakukan oleh Gerakan Kader Umat Islam bersama sejumlah elemen massa lainnya. Lokasi tersebut kerap menjadi titik unjuk rasa karena berdekatan dengan pusat pemerintahan dan perkantoran.
“Pagi ada unjuk rasa dari Gerakan Kader Umat Islam dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir,” ujar Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Senin.
Selain di Gambir, aksi demonstrasi kedua dijadwalkan berlangsung di depan Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Aksi ini akan dilakukan oleh Paguyuban Marinatama Mangga Dua. Keberadaan kantor kementerian di kawasan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kepadatan arus kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk aktivitas perkantoran.
Sementara itu, demonstrasi ketiga direncanakan berlangsung di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Menteng. Aksi tersebut akan diikuti oleh massa dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI). Kawasan Menteng sendiri dikenal sebagai salah satu jalur utama dengan lalu lintas padat, khususnya pada pagi dan siang hari.
Mengantisipasi rangkaian kegiatan tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat menyiagakan personel dalam jumlah besar. Erlyn menyampaikan bahwa total sebanyak 1.266 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan seluruh titik aksi demonstrasi. Personel tersebut disebar di masing-masing lokasi dengan pola pengamanan yang disesuaikan dengan karakter wilayah dan estimasi jumlah massa.
Pengaturan lalu lintas juga menjadi perhatian utama aparat. Erlyn menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas tidak akan diberlakukan secara permanen, melainkan bersifat situasional. Keputusan pengalihan arus akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk jumlah peserta unjuk rasa dan dinamika pergerakan massa.
Pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat agar dapat mengantisipasi perjalanan dengan baik, khususnya bagi warga yang beraktivitas di sekitar lokasi demonstrasi. Upaya ini dinilai penting untuk menghindari keterlambatan dan kemacetan yang berpotensi terjadi selama aksi berlangsung.
“Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan,” kata Erlyn.
Kepolisian menegaskan komitmennya untuk tetap menjamin kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, sepanjang dilakukan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan hukum. Di sisi lain, aparat juga memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat luas tetap menjadi prioritas utama selama rangkaian demonstrasi berlangsung di Jakarta Pusat. []
Diyan Febriana Citra.

