TKA SD dan SMP Digelar April 2026, Bukan Penentu Kelulusan

TKA SD dan SMP Digelar April 2026, Bukan Penentu Kelulusan

Bagikan:

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 2026 tidak berorientasi pada kelulusan siswa. Asesmen ini diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memetakan kualitas pembelajaran dan kemampuan akademik murid secara nasional.

TKA dijadwalkan berlangsung pada April 2026, dengan proses pendaftaran peserta dibuka mulai 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Pelaksanaan asesmen ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kebijakan berbasis data dalam dunia pendidikan, khususnya untuk mengetahui capaian pembelajaran murid di berbagai daerah.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menekankan bahwa TKA tidak boleh dipahami sebagai ujian yang menentukan nasib peserta didik. Pemerintah, kata dia, ingin menggeser paradigma penilaian dari sekadar hasil akhir menuju pemanfaatan data untuk perbaikan proses belajar mengajar.

“TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai sarana untuk memperoleh potret kemampuan akademik murid secara adil dan objektif,” ujar Toni dalam keterangannya, Jumat (16/01/2026).

Menurut Toni, hasil TKA justru akan menjadi bahan evaluasi penting bagi satuan pendidikan dan pemerintah daerah dalam menyusun strategi peningkatan mutu pendidikan. Data yang diperoleh diharapkan dapat menggambarkan kondisi nyata pembelajaran di sekolah, termasuk tantangan yang dihadapi murid dan guru.

“Hasilnya dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk memperbaiki proses pembelajaran,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa TKA dirancang untuk menilai kesiapan murid dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Selain itu, asesmen ini juga berfungsi sebagai alat pemetaan nasional yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai capaian akademik siswa di berbagai wilayah Indonesia.

“TKA dirancang untuk mengukur kesiapan murid dalam melanjutkan pembelajaran ke jenjang berikutnya, sekaligus mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan melalui pemetaan kemampuan murid secara nasional,” kata Toni.

Lebih lanjut, Toni menilai data hasil TKA memiliki peran krusial dalam perumusan kebijakan pendidikan. Dengan memahami kondisi riil di lapangan, pemerintah dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Data TKA membantu kami memahami kondisi riil pembelajaran di lapangan. Dengan demikian, intervensi pendidikan yang dirancang dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, sesuai dengan kebutuhan murid dan satuan pendidikan,” tambahnya.

Berdasarkan jadwal resmi, setelah masa pendaftaran berakhir pada 28 Februari 2026, Kemendikdasmen akan menggelar gladi bersih pada 9–17 Maret 2026. Selanjutnya, TKA untuk jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 6–16 April 2026, disusul pelaksanaan TKA SD pada 20–30 April 2026.

Bagi peserta yang berhalangan mengikuti jadwal utama, pemerintah menyediakan kesempatan mengikuti TKA susulan pada 11–17 Mei 2026. Proses pengolahan data asesmen dilakukan pada 18–23 Mei 2026, dan hasil TKA akan diumumkan secara nasional pada 24 Mei 2026.

Untuk mendukung kesiapan murid, Kemendikdasmen juga mendorong pemanfaatan berbagai sarana belajar digital yang telah disediakan. Peserta dapat mengakses latihan dan contoh soal melalui laman Ayo Coba TKA serta Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan.

“Kemendikdasmen menegaskan bahwa pelaksanaan TKA akan mengedepankan prinsip integritas, objektivitas, dan akuntabilitas,” ujar Toni.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan terus diperkuat agar asesmen berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran nasional.

“Koordinasi dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan terus diperkuat guna memastikan asesmen berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia,” tutupnya. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Hotnews Nasional