WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump angkat bicara menanggapi berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Isu tersebut mencuat setelah sejumlah penampilannya di hadapan umum menuai sorotan, termasuk anggapan bahwa Trump kerap terlihat mengantuk serta munculnya bercak pada tangan yang terekam kamera dalam beberapa kesempatan.
Sorotan terhadap kesehatan Trump semakin menguat menyusul kabar bahwa dirinya baru saja menjalani pemeriksaan medis. Hal ini memicu pertanyaan dari awak media terkait kondisi fisik, faktor usia, hingga jenis perawatan kesehatan yang dijalaninya. Dalam keterangannya kepada pers, Trump merespons isu tersebut dengan nada yang terdengar jengah.
“Mari kita bicara tentang kesehatan lagi untuk ke-25 kalinya,” kata Trump.
Pernyataan tersebut mencerminkan ketidaksenangan Trump terhadap topik yang terus berulang diajukan kepadanya. Presiden AS yang kini berusia 79 tahun itu menilai pembahasan mengenai kesehatannya telah dibesar-besarkan dan tidak proporsional dengan kondisi sebenarnya.
Trump kemudian meluruskan informasi yang beredar terkait jenis pemeriksaan medis yang dijalaninya. Ia menegaskan bahwa prosedur tersebut bukanlah pemindaian magnetic resonance imaging (MRI), seperti yang ramai diberitakan, melainkan computed tomography (CT scan). Menurut Trump, CT scan merupakan prosedur yang relatif singkat dengan hasil pencitraan yang lebih terbatas dibandingkan MRI.
Klarifikasi ini disampaikan Trump untuk menepis kesalahpahaman publik yang dinilainya telah berkembang terlalu jauh. Ia bahkan mengaku menyesali keputusannya menjalani pemeriksaan tersebut karena justru memicu spekulasi dan rumor yang menurutnya tidak berdasar.
Menanggapi berbagai pemberitaan yang mengaitkan pemeriksaan itu dengan dugaan gangguan kesehatan serius, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak mengalami masalah medis apa pun. Ia menyebut bahwa kondisi fisiknya tetap prima dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh masyarakat.
“Padahal, tidak ada yang salah. Kesehatan saya sempurna,” tandas Trump, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (02/01/2026).
Isu kesehatan memang kerap menjadi perhatian utama bagi para pemimpin negara, terutama mereka yang telah memasuki usia lanjut. Dalam konteks politik Amerika Serikat, kondisi fisik dan mental presiden sering kali menjadi bahan perdebatan publik, terlebih di tengah dinamika politik dan kebijakan strategis yang membutuhkan stamina tinggi.
Pengamat menilai, respons Trump yang tegas bertujuan menutup ruang spekulasi sekaligus menegaskan kapasitasnya sebagai kepala negara. Dengan menyangkal adanya gangguan kesehatan, Trump berupaya menjaga kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya serta memastikan bahwa aktivitas kenegaraan tetap berjalan tanpa hambatan.
Meski demikian, perhatian publik terhadap kesehatan pemimpin negara dinilai sebagai hal yang wajar. Transparansi mengenai kondisi fisik presiden sering dianggap penting untuk memastikan stabilitas pemerintahan. Namun, Trump tampaknya memilih pendekatan langsung dengan menepis berbagai dugaan dan menegaskan bahwa dirinya dalam kondisi baik-baik saja.
Hingga saat ini, Gedung Putih juga belum merilis laporan medis tambahan yang menunjukkan adanya masalah kesehatan serius pada diri Trump. Dengan pernyataan terbuka tersebut, Trump berharap polemik mengenai kondisi fisiknya dapat segera mereda dan perhatian publik kembali tertuju pada agenda pemerintahan yang tengah dijalankan. []
Diyan Febriana Citra.

