WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan Iran telah mengajukan permintaan gencatan senjata kepada Washington. Namun, AS menegaskan pembahasan penghentian konflik baru akan dipertimbangkan setelah Selat Hormuz kembali terbuka dan aman untuk pelayaran internasional, menjadikan jalur energi global itu sebagai syarat utama deeskalasi.
“Presiden rezim baru Iran, yang tidak begitu radikal dan jauh lebih cerdas daripada para pendahulunya, baru saja meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat!,” tulis Trump melalui akun media sosial Truth Social.
“Kami akan mempertimbangkannya ketika Selat Hormuz terbuka, bebas, dan bersih,” tambah Trump.
“Sampai saat itu, kami akan membombardir Iran hingga hancur lebur atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke Zaman Batu!!!” katanya lagi sambil menulis inisial Presiden DJT alias Donald J Trump.
Pernyataan tersebut langsung menempatkan Selat Hormuz sebagai titik tekan utama dalam konflik yang tengah memanas. Jalur laut strategis itu merupakan salah satu lintasan utama distribusi minyak dunia, sehingga setiap gangguan terhadap pelayaran berpotensi memicu gejolak pasar energi global.
Meski demikian, klaim mengenai permintaan gencatan senjata dari Iran belum mendapat konfirmasi independen. Bahkan, Kementerian Luar Negeri Iran dilaporkan membantah pernyataan Trump dan menyebut klaim tersebut tidak benar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pemerintah Iran mengenai kemungkinan pembukaan jalur pelayaran atau skema perundingan damai.
Fokus pemberitaan kini bergeser pada implikasi geopolitik dan ekonomi dari syarat yang diajukan AS. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia, sehingga ketegangan berkepanjangan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi harga minyak mentah dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Pernyataan Trump ini, sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Rabu, (01/04/2026), juga menegaskan bahwa peluang gencatan senjata masih sangat bergantung pada perkembangan situasi maritim dan diplomasi kedua negara dalam beberapa waktu ke depan. []
Redaksi05

