WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyinggung kemungkinan keikutsertaan tim nasional sepak bola Iran dalam ajang FIFA World Cup 2026. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah setelah konflik militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Melalui akun media sosial Truth Social pada Kamis (12/03/2026), Trump menilai bahwa faktor keselamatan atlet harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan partisipasi suatu negara dalam turnamen olahraga internasional.
“Tim Nasional Sepak Bola Iran tetap disambut untuk ikut Piala Dunia, tetapi saya tak yakin kehadiran mereka pantas, demi nyawa dan keselamatan mereka sendiri,” kata Trump melalui Truth Social, Kamis (12/03/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah laporan media Amerika Serikat menyebut adanya kemungkinan Iran memboikot turnamen sepak bola terbesar di dunia itu. Laporan yang dimuat oleh The New York Times menyebutkan bahwa keputusan tersebut dipertimbangkan menyusul serangan militer yang terjadi di wilayah Iran beberapa waktu lalu.
Turnamen FIFA World Cup 2026 sendiri dijadwalkan menjadi edisi pertama dengan format baru yang melibatkan 48 tim nasional. Kompetisi sepak bola tersebut akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Penyelenggaraan Piala Dunia kali ini dilakukan secara bersama oleh tiga negara di kawasan Amerika Utara, yakni United States, Mexico, dan Canada.
Isu partisipasi Iran dalam turnamen tersebut mencuat setelah situasi geopolitik di Timur Tengah memanas. Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer terhadap sejumlah wilayah di Iran, termasuk ibu kota Tehran.
Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa. Pemerintah Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap sejumlah target militer Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di berbagai wilayah Timur Tengah.
Pada awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk meredam potensi ancaman dari program nuklir Iran. Namun, sejumlah pihak kemudian menilai bahwa operasi militer tersebut juga berkaitan dengan upaya perubahan kekuasaan di negara tersebut.
Situasi semakin memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama serangan gabungan tersebut. Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Peristiwa tersebut memicu reaksi dari sejumlah negara. Presiden Russia, Vladimir Putin, menyebut kematian Khamenei sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyampaikan kecaman terhadap operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran. Pemerintah Rusia menyerukan agar semua pihak menahan diri serta segera menghentikan eskalasi konflik.
Ketegangan politik tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik internasional dapat berdampak pada penyelenggaraan kompetisi olahraga global, termasuk Piala Dunia 2026.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari federasi sepak bola dunia mengenai status partisipasi Iran dalam turnamen tersebut. Sementara itu, perhatian publik internasional terus tertuju pada perkembangan situasi politik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap berbagai sektor, termasuk olahraga internasional. []
Diyan Febriana Citra.

