JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindakan asusila sepasang muda-mudi di dalam taksi online beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik. Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dan kini tengah didalami aparat kepolisian.
Dalam rekaman video yang viral tersebut, terlihat sepasang laki-laki dan perempuan berada di kursi baris kedua mobil. Keduanya tampak dalam posisi tiduran di bangku belakang kendaraan yang sedang melaju. Situasi itu diduga membuat pengemudi merasa tidak nyaman hingga akhirnya menegur keduanya.
Video tersebut juga memperlihatkan momen ketika sopir memberikan nasihat kepada pasangan itu. Setelah mendapat teguran, keduanya kemudian turun dari kendaraan dan membayar ongkos perjalanan sebagaimana mestinya. Rekaman berakhir tanpa memperlihatkan adanya keributan lanjutan.
Menanggapi beredarnya video tersebut, Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Kukuh Islami, menyatakan pihaknya belum mengetahui identitas pasangan yang ada dalam rekaman. Polisi saat ini masih mengumpulkan informasi awal untuk memastikan kronologi serta pihak-pihak yang terlibat.
“Kita belum tahu siapa orangnya, kami nanti lakukan penyelidikan terlebih dahulu, terutama kami nanti akan cari tahu siapa yang sopir di dalam mobil ini, kan dia yang mengetahui informasi siapa yang penumpang, yang berbuat mesum yang dia tegur itu,” kata Kukuh kepada wartawan, Jumat (13/02/2026).
Menurut Kukuh, langkah pertama yang akan dilakukan adalah menelusuri identitas pengemudi taksi online tersebut. Dari keterangan sopir, polisi berharap dapat memperoleh informasi mengenai identitas penumpang yang diduga melakukan tindakan tidak pantas di dalam kendaraan.
“Saya minta Kanit Reskrim untuk mencari tahu siapa sopir mobil tersebut. Untuk mencari tahu identitas yang anak muda-mudi ini,” kata dia.
Pihak kepolisian menilai klarifikasi dari pengemudi menjadi kunci awal dalam mengungkap peristiwa tersebut. Selain untuk mengetahui identitas penumpang, penyidik juga akan mendalami apakah ada unsur pelanggaran hukum yang dapat diproses lebih lanjut.
Sejumlah warganet menyayangkan tindakan pasangan tersebut karena dinilai tidak menghormati ruang publik, meskipun berada di dalam kendaraan pribadi berbasis aplikasi. Di sisi lain, ada pula yang menyoroti pentingnya menjaga etika dan norma kesusilaan selama menggunakan layanan transportasi umum, termasuk taksi online.
Hingga kini, belum ada laporan resmi yang masuk terkait dugaan perbuatan tersebut. Namun, kepolisian tetap melakukan penelusuran sebagai respons atas viralnya video di media sosial. Aparat mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah menyebarkan konten yang belum terverifikasi kebenarannya.
Polisi juga mengingatkan agar setiap pengguna jasa transportasi umum menjaga sikap dan perilaku selama perjalanan. Selain menghormati pengemudi, hal itu juga penting untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua pihak.
Proses penyelidikan masih berlangsung. Kepolisian memastikan akan menindaklanjuti temuan yang ada apabila dalam pendalaman ditemukan unsur pelanggaran hukum sesuai ketentuan yang berlaku. []
Diyan Febriana Citra.

