JAKARTA – Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles kembali melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (12/03/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian komunikasi bilateral antara pemerintah Indonesia dan Australia di sektor pertahanan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Richard Marles bersama rombongannya tiba di kompleks Kementerian Pertahanan sekitar pukul 09.04 WIB. Ia memasuki area melalui pintu Aula Bhinneka Tunggal Ika, salah satu ruang pertemuan utama di kementerian tersebut.
Kedatangan Marles langsung disambut oleh Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin. Saat tiba, Marles tampak mengenakan setelan jas hitam dipadukan dengan kemeja putih serta dasi merah, sementara Sjafrie hadir dengan jas berwarna krem.
Kedua pejabat tinggi negara tersebut kemudian saling menghampiri dan berjabat tangan di depan aula sebelum memasuki ruang pertemuan. Mereka juga sempat berfoto bersama sambil berjabat tangan sebagai bagian dari dokumentasi resmi sebelum pembahasan dilakukan secara tertutup.
Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari komunikasi yang sebelumnya telah terjalin antara kedua pihak. Richard Marles diketahui pernah melakukan kunjungan serupa ke Kementerian Pertahanan Indonesia pada 5 Juni 2025.
Dalam pertemuan sebelumnya, kedua negara sempat membahas rencana kerja sama latihan militer antara Indonesia dan Australia. Latihan bersama itu direncanakan melibatkan kekuatan udara kedua negara.
Salah satu lokasi yang disiapkan untuk kegiatan tersebut adalah wilayah Kabupaten Kepulauan Morotai. Daerah tersebut dinilai memiliki fasilitas serta area latihan yang memadai untuk mendukung kegiatan militer bersama.
“Nantinya kita akan menggunakan daerah latihan Morotai yang ada di Maluku untuk kebutuhan latihan antara TNI Angkatan Udara dengan Angkatan Udara Australia,” sebut Menhan Sjafrie.
Latihan militer bersama tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan kerja sama pertahanan antara kedua negara. Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai penting dalam meningkatkan kemampuan interoperabilitas antara angkatan bersenjata Indonesia dan Australia.
Menurut Sjafrie, kerja sama di bidang pertahanan tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas militer, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap stabilitas keamanan kawasan.
Ia mengeklaim bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia selama ini berjalan cukup baik, khususnya dalam bidang pertahanan dan keamanan.
Pertemuan antara kedua pejabat tersebut juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi strategis di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang.
Selain membahas rencana latihan militer, pertemuan tersebut juga diperkirakan mencakup berbagai isu strategis lain terkait kerja sama pertahanan, peningkatan kapasitas militer, serta koordinasi keamanan regional.
Hubungan pertahanan antara Indonesia dan Australia selama beberapa tahun terakhir memang terus mengalami penguatan melalui berbagai kerja sama, termasuk latihan militer bersama, pertukaran personel, serta dialog keamanan bilateral.
Dengan adanya kunjungan Richard Marles ke Jakarta kali ini, pemerintah kedua negara diharapkan dapat terus memperkuat kemitraan strategis yang telah terjalin, sekaligus memperluas peluang kerja sama di bidang pertahanan pada masa mendatang. []
Diyan Febriana Citra.

