WNI Jadi Korban Penculikan Bajak Laut di Gabon

WNI Jadi Korban Penculikan Bajak Laut di Gabon

Bagikan:

PRETORIA – Kasus penculikan awak kapal oleh kelompok bajak laut kembali terjadi di wilayah perairan Afrika Tengah. Kali ini, sejumlah warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam insiden penyerangan terhadap sebuah kapal ikan di perairan Gabon. Peristiwa tersebut menambah daftar panjang ancaman keamanan maritim di kawasan Teluk Guinea yang selama ini dikenal rawan kejahatan laut.

Menurut laporan media setempat pada Senin (12/01/2026), aksi pembajakan terjadi ketika sebuah kapal penangkap ikan tengah beroperasi di wilayah perairan Gabon. Kapal yang menjadi sasaran diketahui berbendera Gabon dan bernama IB FISH 7. Serangan dilancarkan oleh kelompok bajak laut bersenjata saat kapal sedang menangkap ikan di laut lepas.

“Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon,” kata Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, sebagaimana ditayangkan televisi Gabon 24.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan atas nama Kementerian Pertahanan Gabon, Meyong mengungkapkan bahwa para pelaku berjumlah tiga orang dan membawa senjata api. Mereka naik ke atas kapal dan langsung melakukan aksi penculikan terhadap sebagian awak kapal.

Disebutkan, sembilan awak kapal diculik dalam kejadian tersebut. Korban terdiri atas lima warga negara China dan empat warga negara Indonesia. Sementara itu, enam awak kapal lainnya yang berasal dari Indonesia, China, serta Burkina Faso tidak dibawa oleh para pelaku dan tetap berada di atas kapal.

Insiden ini kembali menyoroti risiko besar yang dihadapi para pelaut dan pekerja sektor perikanan yang beroperasi di wilayah Afrika Tengah. Teluk Guinea selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kawasan dengan tingkat pembajakan dan penculikan tertinggi di dunia, meskipun berbagai upaya pengamanan telah dilakukan oleh negara-negara di kawasan tersebut.

Setelah insiden pembajakan terjadi, aparat keamanan Gabon segera melakukan langkah pengamanan terhadap kapal yang menjadi sasaran. Kapal IB FISH 7 berhasil ditemukan dan kemudian diamankan oleh personel keamanan laut Gabon. Kapal tersebut dikawal hingga tiba dengan selamat di pelabuhan yang berada di ibu kota negara.

“Situasi saat ini sudah terkendali di tingkat pemerintahan tertinggi, dan semua langkah yang diperlukan telah diambil demi memastikan keamanan maritim,” kata Kepala Staf Angkatan Laut Gabon.

Pemerintah Gabon menyatakan akan meningkatkan patroli dan koordinasi antarinstansi guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Pengamanan jalur laut dinilai menjadi perhatian serius, mengingat wilayah perairan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas perikanan dan perdagangan internasional.

Di sisi lain, otoritas penegak hukum setempat juga telah bergerak untuk menindaklanjuti kasus ini. Kejaksaan Gabon dilaporkan membuka penyelidikan resmi terkait aksi penculikan yang melibatkan warga negara asing, termasuk WNI. Penyelidikan difokuskan pada identifikasi pelaku, jaringan bajak laut yang terlibat, serta upaya pembebasan para korban.

Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi sembilan awak kapal yang diculik maupun tuntutan yang diajukan oleh kelompok pelaku. Namun, kasus ini menjadi perhatian internasional, terutama bagi negara-negara yang warganya bekerja di sektor maritim kawasan Afrika.

Insiden penculikan ini sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam menjaga keamanan laut serta perlindungan terhadap awak kapal dari berbagai negara yang beroperasi di wilayah rawan kejahatan maritim. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Internasional Kasus