NEW YORK – Pergantian tahun 2026 menjadi penanda babak baru bagi Kota New York. Di tengah perayaan tahun baru, Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York pada Kamis (01/01/2026) dini hari waktu setempat. Pelantikan tersebut tidak hanya menandai pergantian kepemimpinan, tetapi juga mencatatkan sejarah penting, mengingat Mamdani menjadi wali kota Muslim pertama yang memimpin kota terbesar di Amerika Serikat itu.
Prosesi pelantikan Mamdani menarik perhatian luas karena sarat dengan simbol identitas, sejarah, dan keberagaman. Dalam pengambilan sumpah jabatan, Mamdani menggunakan mushaf Alquran sebagai kitab suci. Terdapat dua mushaf yang digunakan dalam prosesi tersebut, salah satunya merupakan milik sang kakek yang memiliki nilai emosional dan historis bagi keluarga Mamdani.
Pelantikan dilakukan dengan Mamdani memegang Alquran sebagai simbol keimanan sekaligus penghormatan terhadap warisan keluarga. Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa mushaf Alquran milik kakeknya itu berasal dari India, negara asal keluarganya sebelum bermigrasi. Selain itu, satu mushaf lainnya merupakan Alquran yang pernah dimiliki Arturo Schomburg, penulis dan sejarawan kulit hitam terkemuka di Amerika Serikat.
Mushaf milik Schomburg tersebut kini menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Umum New York dan secara khusus dipinjamkan untuk prosesi pelantikan Mamdani. Kehadiran dua mushaf dengan latar belakang sejarah yang berbeda dinilai mencerminkan pertemuan antara identitas pribadi, perjuangan sejarah minoritas, dan semangat inklusivitas yang menjadi wajah New York selama ini.
Prosesi pengambilan sumpah dipimpin oleh Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James. Acara tersebut berlangsung secara terbatas dan hanya dihadiri oleh keluarga inti Mamdani serta sejumlah pejabat terkait. Pelantikan ini menjadi rangkaian awal sebelum seremoni publik yang lebih besar, yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis sore waktu setempat dan akan dipimpin oleh Senator Bernie Sanders.
Selain penggunaan Alquran, pilihan lokasi pelantikan juga menjadi sorotan. Mamdani memilih Old City Hall, sebuah stasiun kereta bawah tanah tua yang telah lama tidak digunakan, sebagai tempat pengambilan sumpah jabatan. Stasiun bersejarah yang dibangun pada 1904 tersebut dinonaktifkan sejak 1945 dan jarang dijadikan lokasi acara resmi pemerintahan. Pilihan ini dinilai sebagai simbol keterhubungan antara sejarah kota dan visi masa depan yang ingin dibangun Mamdani.
Zohran Mamdani merupakan politisi Partai Demokrat yang memenangkan Pemilihan Wali Kota New York pada 4 November 2025. Dalam kontestasi tersebut, ia mengalahkan mantan Gubernur New York Andrew Cuomo serta kandidat dari Partai Republik, Curtis Sliwa. Kemenangannya mencerminkan dukungan kuat dari pemilih muda dan kelompok masyarakat yang menginginkan perubahan arah kebijakan kota.
Lahir di Uganda dari orang tua imigran asal India, perjalanan hidup Mamdani mencerminkan latar belakang multikultural yang lekat dengan karakter New York. Kini, di usia 34 tahun, ia memulai masa jabatan dengan membawa nilai keluarga, identitas pribadi, serta simbol keberagaman ke pusat pemerintahan kota. Pelantikan ini tidak hanya menjadi peristiwa politik, tetapi juga momentum refleksi atas wajah New York sebagai kota yang dibangun oleh beragam latar belakang budaya, agama, dan sejarah. []
Diyan Febriana Citra.

