BALIKPAPAN – Kebakaran lahan kembali menguji kesiapsiagaan aparat dan warga di Balikpapan Timur. Pada Jumat malam (28/11/2025), kobaran api yang muncul tiba-tiba di kawasan Jl. Borneo Paradiso, RT 60, membuat warga setempat panik setelah melihat titik api cepat membesar dan merambat ke lahan gambut yang kering. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 22.10 WITA dan langsung memicu respons sigap dari Tim Respon Bencana Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim.
Sebelum bantuan tiba, sejumlah warga sebenarnya berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya. Namun, kondisi lahan yang mudah terbakar serta hembusan angin membuat usaha mandiri tersebut tidak membuahkan hasil. Ketika api mulai mendekati kawasan permukiman, masyarakat kemudian menghubungi aparat dan meminta pertolongan untuk mencegah kebakaran meluas.
Mendapat laporan tersebut, Tim Respon Bencana Brimob Kaltim segera bergerak ke lokasi. Mereka datang bersamaan dengan personel BPBD Kota Balikpapan dan para relawan yang biasa menangani situasi darurat. Kehadiran berbagai unsur penanganan bencana ini membuat proses pemadaman dapat segera diorganisasi dengan lebih efektif.
Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai, S.I.K., M.H., melalui Danyon A Pelopor Kompol Iwan Pamuji, S.H., M.H., menjelaskan bahwa langkah taktis langsung diterapkan untuk menghadang pergerakan api. Personel Brimob membagi titik penyekatan sambil menyemprotkan air ke area yang paling berpotensi menyebarkan kobaran.
“Kecepatan bertindak dan koordinasi yang solid antara Brimob, BPBD, dan relawan terbukti mampu menahan laju api sehingga kebakaran tidak semakin meluas,” ujar Kompol Iwan.
Berbekal alat pemadam portabel dan dukungan personel gabungan, api akhirnya dapat dikendalikan sebelum mencapai wilayah padat penduduk. Hingga proses pemadaman selesai, tidak ditemukan adanya korban jiwa. Warga yang mengawasi dari dekat mengaku lega karena kobaran api berhasil diputus sebelum menimbulkan kerugian lebih besar.
Selain memadamkan api, tim gabungan juga melakukan penyisiran di sekitar area kejadian untuk memastikan tidak ada titik panas yang tersisa. Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi agar api tidak kembali menyala di tengah kondisi lahan gambut yang sensitif terhadap percikan kecil sekalipun.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika musim panas memperpanjang periode kekeringan. Kawasan Balikpapan Timur termasuk wilayah yang cukup rentan karena banyaknya area gambut yang mudah terbakar.
Brimob Polda Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat respons cepat di lapangan, termasuk meningkatkan koordinasi dengan BPBD dan relawan. Edukasi terhadap masyarakat mengenai pencegahan karhutla juga disebut sebagai bagian dari langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko kebakaran serupa di kemudian hari. []
Diyan Febriana Citra.

