ACEH TAMIANG – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh Tamiang pada Kamis, 1 Januari 2026, menjadi sinyal kuat percepatan penanganan pascabencana di wilayah Sumatera. Di hari pertama tahun baru, Presiden memastikan langsung kesiapan hunian sementara bagi warga terdampak banjir dan longsor sekaligus mengoordinasikan penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Presiden Prabowo tiba di Aceh Tamiang didampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, serta Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria. Agenda utama kunjungan tersebut adalah meninjau pembangunan hunian sementara atau hunian Danantara yang diperuntukkan bagi korban bencana alam di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo menerima paparan langsung dari Dony Oskaria mengenai konsep, progres, dan fasilitas hunian yang mulai dibangun sejak Desember 2025. Hunian sementara ini dirancang sebagai tempat tinggal yang layak bagi warga terdampak bencana sembari menunggu pembangunan hunian tetap. Fasilitas dasar telah disiapkan, mulai dari tempat tidur hingga akses internet gratis.
Pembangunan hunian Danantara merupakan bagian dari program penyediaan 15.000 unit hunian sementara bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Setiap unit dirancang secara fungsional dengan satu pintu dan satu jendela untuk memastikan sirkulasi udara yang baik. Di dalamnya tersedia dua tempat tidur, satu lemari, kipas angin, serta meja makan sederhana.
Tak hanya aspek fungsi, unsur kenyamanan dan lingkungan juga menjadi perhatian. Di bagian depan setiap hunian disediakan kursi taman agar warga dapat beraktivitas di luar ruangan. Pot tanaman penghijauan diletakkan di setiap unit untuk menciptakan suasana yang lebih asri. Dari sisi infrastruktur, seluruh hunian telah dilengkapi meteran listrik mandiri.
Salah satu fasilitas yang menarik perhatian Presiden adalah tersedianya akses internet nirkabel gratis. Layanan wifi tersebut disediakan oleh Telkom Indonesia agar warga tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi meski tinggal di hunian sementara.
“Ini contoh pak, kita sediakan juga wifi gratis,” ujar Dony saat memaparkan fasilitas hunian kepada Prabowo.
Selain hunian, di dalam kompleks juga dibangun fasilitas penunjang berupa klinik kesehatan dan taman bermain anak. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan dasar warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan, selama masa pemulihan pascabencana. Seluruh pembangunan mengusung konsep modular agar pengerjaan berlangsung cepat tanpa mengorbankan kualitas bangunan.
Usai meninjau langsung kondisi hunian, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya terhadap hasil pembangunan. “Luar biasa,” ujar Prabowo setelah melihat progres pembangunan hunian Danantara di Aceh Tamiang.
Di tengah upaya penyediaan hunian sementara, pemerintah juga memperhatikan warga terdampak yang memilih tidak menempati hunian yang disiapkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan tunai senilai lebih dari Rp 20 miliar bagi korban bencana di Sumatera yang memilih tinggal bersama keluarga atau menetap di lokasi masing-masing.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 11.414 orang terdampak bencana. Total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp 20.545.200.000. Setiap kepala keluarga menerima dana sekitar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan.
“Jadi jumlah yang sudah disalurkan Rp 20.545.200.000,” ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi bersama Presiden Prabowo.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan pilihan dan fleksibilitas bagi warga terdampak bencana, baik melalui penyediaan hunian sementara maupun bantuan tunai langsung. Pemerintah berharap seluruh upaya tersebut dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak. []
Diyan Febriana Citra.

