NGAWI – Tragedi kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur wisata Kebun Teh Jamus, Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Kamis (01/01/2026) sore. Insiden ini melibatkan sebuah mobil pikap Toyota Kijang yang mengangkut rombongan wisatawan dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Peristiwa tersebut sekaligus menyoroti risiko keselamatan di jalur wisata dengan kontur jalan menurun dan berliku.
Mobil pikap bernomor polisi AE 1213 KK tersebut dikemudikan Robert (60), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan. Kendaraan itu melaju dari arah selatan menuju utara usai rombongan melakukan perjalanan wisata. Di dalam mobil, terdapat enam penumpang, dengan pembagian tiga orang berada di kabin depan dan tiga lainnya di bak belakang kendaraan.
Menurut informasi awal, kecelakaan terjadi saat mobil melintasi ruas jalan menurun di kawasan wisata Kebun Teh Jamus. Diduga, sistem pengereman kendaraan mengalami gangguan sehingga mobil melaju tanpa kendali. Dalam kondisi tersebut, kendaraan langsung menghantam sepeda motor Honda Beat bernomor polisi S 5073 JW yang datang dari arah berlawanan.
Sepeda motor tersebut dikendarai oleh Tiyas Budiarti (17) dengan penumpang Fanina Dwi Noviana (17). Benturan keras tak terhindarkan, membuat pengendara motor terjatuh dan mengalami luka serius. Namun, laju mobil pikap belum berhenti. Kendaraan kemudian oleng dan menabrak tiga sepeda motor lain yang sedang terparkir di depan rumah warga.
Pikap baru berhenti setelah menghantam teras rumah milik Supar (55), warga setempat. Kerusakan parah terlihat pada bagian depan kiri mobil, sementara teras rumah dan sepeda motor mengalami kerusakan berat. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, mobil terlihat melaju dengan kecepatan tinggi sebelum tabrakan beruntun terjadi.
Pemilik rumah yang terdampak, Dwi Yoni Martiana, mengaku sedang berada di dalam kamar ketika kejadian berlangsung. Ia mendengar suara benturan keras yang membuatnya keluar rumah untuk melihat kondisi sekitar.
“Saat saya keluar rumah, kondisi mobil sudah berhenti dalam posisi miring setelah menabrak tiga sepeda motor dan teras rumah kami,” ujarnya.
Ia juga menggambarkan suasana di lokasi kejadian yang penuh kepanikan. Beberapa korban tampak bersimbah darah, sementara sebagian penumpang mobil pikap terjepit di dalam kabin yang ringsek.
“Kemungkinan kendaraan pikap mengalami rem blong saat melintasi jalan turun,” tambahnya.
Proses evakuasi korban dilakukan oleh warga sekitar bersama petugas kepolisian dan tenaga medis. Namun, dua penumpang mobil pikap dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara satu korban lainnya, yang merupakan penumpang sepeda motor, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
“Dua orang penumpang mobil pikap meninggal dunia, kemudian satu korban penumpang sepeda motor juga meninggal di rumah sakit,” ujar Sutrisno, warga sekitar yang ikut membantu evakuasi korban.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Welas (54) dan Triana (33), keduanya penumpang mobil pikap, serta Fanina Dwi Noviana (17), penumpang sepeda motor. Sementara korban lainnya yang mengalami luka-luka masih menjalani perawatan intensif di RS Widodo Ngawi dan rumah sakit di wilayah Sragen.
Saat ini, kecelakaan maut tersebut tengah ditangani oleh Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi. Berdasarkan laporan awal, kecelakaan diduga kuat terjadi karena pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraan di jalan menurun. Seluruh kendaraan yang terlibat telah diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pengendara, khususnya di kawasan wisata pegunungan, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur dengan risiko tinggi. []
Diyan Febriana Citra.

