TUAL – Aktivitas seismik kembali terjadi di wilayah timur Indonesia. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang kawasan Tual, Maluku, pada Sabtu (03/01/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menambah catatan gempa yang terjadi di kawasan rawan tektonik, meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami.
BMKG melalui akun resmi media sosial X menyampaikan pernyataan singkat terkait status gempa tersebut.
“Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG melalui akun X-nya, Sabtu (03/01/2026).
Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada pukul 01.29 WIB. Episentrum gempa berada pada koordinat 5,08 lintang selatan dan 131,67 bujur timur, atau sekitar 134 kilometer barat laut dari wilayah Tual, Maluku. Lokasi pusat gempa yang berada di laut membuat getaran dirasakan di sejumlah wilayah sekitar, meski intensitasnya dilaporkan tidak signifikan.
“(Pusat gempa) 134 km barat laut TUAL-MALUKU,” kata BMKG.
BMKG mencatat kedalaman gempa mencapai 88 kilometer. Dengan kedalaman tersebut, gempa dikategorikan sebagai gempa menengah yang umumnya tidak menimbulkan kerusakan besar di permukaan. Meski demikian, guncangan tetap dirasakan oleh sebagian masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan pulau-pulau sekitar Maluku Tenggara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah bersama aparat terkait masih melakukan pemantauan serta pengumpulan informasi dari lapangan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa. Maluku dikenal sebagai salah satu daerah dengan aktivitas tektonik tinggi karena berada di pertemuan beberapa lempeng bumi. Oleh karena itu, gempa bumi dengan magnitudo menengah hingga besar bukanlah kejadian yang jarang terjadi di kawasan tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diharapkan hanya mengakses informasi resmi dari BMKG atau instansi pemerintah terkait mengenai perkembangan gempa bumi dan potensi dampaknya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi, seperti mengenali jalur evakuasi, mengamankan barang-barang yang berpotensi jatuh, serta segera mencari tempat aman saat terjadi guncangan. Kesiapsiagaan ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko jika sewaktu-waktu terjadi gempa susulan.
BMKG memastikan akan terus memantau aktivitas seismik di wilayah Maluku dan sekitarnya. Informasi lanjutan akan disampaikan kepada publik apabila terdapat perkembangan terbaru terkait gempa tersebut, termasuk kemungkinan gempa susulan atau dampak lanjutan lainnya. []
Diyan Febriana Citra.

