ASAHAN — Kepulangan jenazah Pratu Farkhan Sauqi Marpaung ke rumah orang tuanya di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menjadi momen yang penuh duka dan keharuan. Prajurit TNI Angkatan Darat tersebut tiba di Dusun 4 Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Simpang Empat, pada Sabtu (03/01/2026) dini hari, setelah dikabarkan meninggal dunia saat menjalankan tugas negara di Papua.
Mobil ambulans yang membawa jenazah Pratu Farkhan tiba sekitar pukul 00.30 WIB. Kedatangan iring-iringan kendaraan tersebut langsung disambut isak tangis keluarga, kerabat, dan warga sekitar yang sejak malam telah menunggu di rumah duka. Suasana yang semula hening berubah menjadi penuh kepiluan saat peti jenazah diturunkan oleh petugas TNI.
Beberapa anggota keluarga tak kuasa menahan emosi dan kesedihan. Tangisan histeris pecah ketika peti jenazah dibawa masuk ke dalam rumah. Bahkan, sejumlah keluarga dilaporkan sempat pingsan dan harus mendapatkan pertolongan karena mengalami syok berat atas kepergian mendadak almarhum. Warga sekitar tampak membantu menenangkan keluarga yang larut dalam duka mendalam.
Pratu Farkhan Sauqi Marpaung dikenal sebagai putra dari pasangan Jakaria Marpaung (53) dan Marsinah Wati Silalahi (50). Almarhum merupakan prajurit aktif TNI AD yang berdinas di Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti, Aceh. Selama hampir lima tahun terakhir, Pratu Farkhan menjalankan penugasan negara di wilayah perbatasan, tepatnya di Titik Kuat Sanepa, Satgas Pengamanan Perbatasan RI–Papua Nugini, Provinsi Papua Tengah.
Kabar duka menyebutkan Pratu Farkhan meninggal dunia pada Rabu (31/12/2025). Berdasarkan informasi awal yang beredar, kematian almarhum diduga terkait dengan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya sesama prajurit berpangkat kopral dua. Dugaan tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas.
Ayah almarhum, Jakaria Marpaung, tampak berusaha tegar di tengah suasana duka. Meski kesedihan jelas tergambar di wajahnya, ia berupaya menenangkan sanak saudara yang menangis histeris. Jakaria bahkan terlihat menjadi orang terakhir yang memasuki rumah duka sebelum peti jenazah dibuka, seolah ingin memastikan putranya mendapat penghormatan terakhir dengan layak.
Sementara itu, sang ibu, Marsinah Wati Silalahi, tampak sangat terpukul. Ia terlihat lemas dan beberapa kali harus dipapah oleh anggota keluarga. Dalam kondisi berduka, Marsinah masih sempat merangkul seorang perempuan yang menangis di dekat peti jenazah. Perempuan tersebut diketahui merupakan calon tunangan Pratu Farkhan, yang juga larut dalam kesedihan atas kepergian orang yang dicintainya.
Rencananya, jenazah Pratu Farkhan Sauqi Marpaung akan dimakamkan pada Minggu (04/01/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di pemakaman muslim setempat. Keluarga berharap proses hukum terkait dugaan penyebab kematian almarhum dapat diusut secara transparan dan adil, agar kepergian Pratu Farkhan tidak menyisakan tanda tanya serta menjadi pelajaran bagi semua pihak. []
Diyan Febriana Citra.

