ACEH TAMIANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung pelaksanaan hari pertama sekolah di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Senin (05/01/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan sekolah dan kondisi para peserta didik yang kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah wilayah tersebut terdampak bencana alam beberapa waktu lalu.
Kedatangan Abdul Mu’ti disambut antusias oleh para siswa. Sejumlah pelajar tampak berbaris rapi dan bersalaman dengan Mendikdasmen. Kehadiran orang nomor satu di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah itu menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para siswa yang sempat mengalami gangguan proses belajar akibat bencana banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu.
Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti juga bertindak sebagai pembina upacara bendera. Upacara tersebut menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas pendidikan secara normal di sekolah yang sebelumnya sempat menghentikan kegiatan belajar mengajar. Upacara diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan SMA Negeri 4 Kejuruan Muda.
Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan momentum hari pertama masuk sekolah sebagai awal kebangkitan, baik secara fisik maupun mental, setelah melewati masa sulit akibat bencana.
“Pagi yang cerah ini dapat melaksanakan upacara bendera. Hari baru di mana semua memasuki semester genap tahun pelajaran 2026,” kata Mu’ti saat upacara di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda di Aceh Tamiang, Senin (05/01/2026).
Menurut Mu’ti, semangat belajar tidak boleh padam meskipun para siswa dan guru sempat menghadapi cobaan berat. Ia menekankan bahwa musibah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan ujian yang harus dihadapi dengan sikap optimistis.
“Mereka yang mengalami musibah bukan mereka yang kalah, tapi mereka yang bangkit,” sambung Mu’ti.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tetap memiliki cita-cita dan tekad kuat dalam menatap masa depan. Abdul Mu’ti menilai pendidikan memiliki peran penting dalam proses pemulihan pascabencana, terutama dalam membangun kembali harapan generasi muda.
“Jangan berhenti untuk bercita-cita, saya mengajak anak-anak sekalian untuk tetap bersemangat,” kata Mu’ti.
SMA Negeri 4 Kejuruan Muda merupakan salah satu sekolah di Aceh Tamiang yang terdampak langsung banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. Akibat bencana tersebut, sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan warga sekolah.
Setelah melalui proses pembersihan lingkungan sekolah serta evaluasi terhadap kondisi sarana dan prasarana, kegiatan belajar mengajar akhirnya kembali dilaksanakan mulai awal Januari 2026. Sekolah memastikan bahwa ruang kelas dan lingkungan belajar sudah layak digunakan, meskipun pemulihan masih terus dilakukan secara bertahap.
Kunjungan Mendikdasmen ke sekolah terdampak bencana tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan di daerah rawan bencana. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan hak peserta didik tetap terpenuhi, meski berada dalam situasi pascabencana.
Dengan dimulainya kembali kegiatan belajar di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, diharapkan para siswa dapat kembali fokus menuntut ilmu dan meraih prestasi. Semangat bangkit yang disampaikan Mendikdasmen diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa dan guru untuk melanjutkan proses pendidikan dengan optimisme dan keyakinan menghadapi masa depan. []
Diyan Febriana Citra.

