SAMARINDA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengawali tahun 2026 dengan rapat rutin briefing yang digelar setiap hari Senin di Kantor Gubernur. Rapat ini meliputi pemaparan realisasi anggaran, penyampaian target kerja, serta koordinasi kegiatan kepada seluruh kepala perangkat daerah dan unit kerja.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menjelaskan bahwa agenda utama rapat tersebut adalah membahas realisasi anggaran daerah, termasuk sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) dan pendapatan daerah.
“Untuk melaksanakan kegiatan pertama adalah realisasi anggaran termasuk juga dengan SiLPA dan pendapatan daerah,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (05/01/2026).
Rudy Mas’ud mengungkapkan bahwa capaian realisasi pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Timur pada tahun anggaran sebelumnya mencapai 93 persen. “Realisasi anggaran tadi kita pertama pendapatan daerah 93 persen,” jelasnya.
Selain membahas pendapatan, Gubernur juga memaparkan kondisi kas daerah dan belanja pemerintah yang masih menyisakan sejumlah anggaran. “Kas daerah kita masih ada sekitar Rp788 miliar, sementara belanja kita berada di angka 86 persen,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa sisa kas daerah tersebut merupakan bagian dari SiLPA yang muncul karena pendapatan daerah belum terealisasi secara penuh. “Yang tersisa di kas daerah itu Rp788 miliar sebagai SiLPA karena pendapatan kita belum mencapai 100 persen,” ungkap Rudy Mas’ud.
Menurut gubernur, tingkat serapan anggaran tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. “Serapan anggaran memang hanya 86 persen, sedangkan tahun lalu bisa mencapai 91 persen,” katanya.
Kondisi ini, menurutnya, menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan strategi agar pelaksanaan program ke depan lebih optimal. “Ini juga menjadi bagian dari strategi kita di awal tahun agar pelaksanaan kegiatan bisa lebih baik,” ucap Rudy Mas’ud.
Gubernur Kaltim menyebut salah satu strategi yang akan diterapkan adalah meniru langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan melaksanakan lelang dini. “Strategi DKI Jakarta dengan lelang dini itu sudah kita bahas dan akan kita terapkan,” ujarnya.
Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pelaksanaan lelang dini akan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. “Lelang awal tetap akan kita laksanakan sesuai dengan regulasi yang ada,” tegasnya.
Ia berharap dengan perencanaan yang lebih matang dan pelaksanaan lelang lebih awal, kegiatan pembangunan di Kalimantan Timur tidak lagi mengalami keterlambatan. “Perencanaannya akan kita buat jauh lebih matang agar pelaksanaan kegiatan tidak tertinggal lagi,” pungkas gubernur.
Rapat rutin ini menjadi ajang penting bagi jajaran Pemprov Kaltim untuk mengevaluasi capaian kerja sebelumnya, menyiapkan strategi tahun anggaran baru, dan memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target. Dengan fokus pada penguatan perencanaan, realisasi anggaran, serta strategi lelang dini, Pemerintah Provinsi Kaltim menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah provinsi. []
Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Agnes Wiguna

