SUKABUMI – Insiden kecelakaan laut kembali menyorot aspek keselamatan wisata bahari di kawasan pesisir selatan Jawa Barat. Seorang wisatawan asal Arab Saudi, Al Muhanna Hadan Radhi (39), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat bermain jetski di Pantai Buffalo, Kelurahan Pelabuhanratu, Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (05/01/2026) sore.
Peristiwa tragis tersebut terjadi menjelang sore hari, sekitar pukul 17.02 WIB, ketika kondisi ombak di kawasan pantai terpantau cukup besar. Korban diketahui sedang menikmati wahana jetski bersama seorang rekannya dengan cara berboncengan di perairan tersebut. Aktivitas rekreasi yang semula dimaksudkan sebagai hiburan itu berubah menjadi insiden fatal setelah jetski yang ditumpangi korban mengalami kecelakaan.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Pol Airud) Polres Sukabumi, AKP Dadi, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat korban mencoba melakukan manuver menantang dengan menerobos ombak. Namun, upaya tersebut tidak berjalan sesuai rencana.
“Korban berboncengan menggunakan Jetski lalu mencoba menerobos ombak, seketika jetskipun terbalik dan salah satu kepala korban membentur Jetski tersebut,” kata Dadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (05/01/2026) malam.
Menurut Dadi, ombak yang cukup besar di kawasan Pantai Buffalo diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan jetski kehilangan keseimbangan. Saat kendaraan air tersebut terbalik, korban mengalami benturan keras di bagian kepala yang berakibat fatal. Benturan tersebut mengakibatkan luka serius yang tidak dapat ditangani meski korban sempat mendapatkan pertolongan medis.
“Pada korban meninggal dunia, sebelah pelipis kiri ada luka benturan yang mengakibatkan robek,” jelas Dadi.
Sementara itu, rekan korban yang ikut berboncengan dilaporkan selamat dari maut, namun mengalami kondisi kritis akibat kecelakaan tersebut. Petugas gabungan bersama warga sekitar pantai segera melakukan evakuasi terhadap kedua korban setelah insiden terjadi. Proses penyelamatan dilakukan dengan cepat mengingat kondisi korban yang membutuhkan penanganan medis segera.
Kedua korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu untuk mendapatkan pertolongan pertama. Tim medis berupaya maksimal menyelamatkan nyawa korban dengan memberikan penanganan darurat. Namun, luka berat yang dialami Al Muhanna Hadan Radhi membuat nyawanya tidak tertolong.
“Kedua korban berhasil di evakuasi ke RSUD Palabuhanratu dan diberikan pertolongan pertama, namun satu korban kritis dan satu korban lainnya meninggal dunia,” tutup Dadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan dalam aktivitas wisata laut, khususnya penggunaan wahana bermotor seperti jetski. Selain faktor cuaca dan kondisi ombak, penggunaan alat keselamatan serta pengawasan operator wisata dinilai menjadi aspek krusial untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Pantai Pelabuhanratu selama ini dikenal sebagai destinasi wisata favorit, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, karakteristik ombak Samudra Hindia yang cenderung besar menuntut kehati-hatian ekstra, terutama bagi wisatawan yang belum memahami kondisi perairan setempat. []
Diyan Febriana Citra.

