Satu Ruangan Terbakar di Kantor Bupati Inhil, Tidak Ganggu Pelayanan

Satu Ruangan Terbakar di Kantor Bupati Inhil, Tidak Ganggu Pelayanan

Bagikan:

PEKANBARU — Aktivitas pemerintahan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dipastikan tetap berjalan normal meskipun kebakaran sempat terjadi di kompleks kantor Bupati Inhil pada Selasa (06/01/2026) malam. Insiden tersebut menimbulkan kepanikan awal, namun berhasil ditangani dengan cepat oleh petugas pemadam kebakaran sehingga tidak meluas ke ruangan lain.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Asap tebal terlihat keluar dari lantai satu gedung utama kantor Bupati Inhil, yang kemudian diketahui berasal dari salah satu ruangan administrasi. Informasi tersebut segera diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran setempat untuk penanganan darurat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Indragiri Hilir, Junaidi Ismail, membenarkan peristiwa tersebut. Ia memastikan bahwa kebakaran hanya berdampak pada satu ruangan dan tidak menjalar ke area lain di gedung pemerintahan tersebut.

“Ya, yang terbakar satu ruangan saja yaitu ruangan Kabag Kesra,” ujar Junaidi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (07/01/2026).

Begitu menerima laporan, tim Damkar Inhil langsung bergerak cepat dengan mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam, dengan fokus utama memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan potensi kebakaran ulang.

“Sekitar satu jam api berhasil dipadamkan,” sebut Junaidi.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah barang inventaris kantor dilaporkan mengalami kerusakan akibat api. Perabotan yang terbakar antara lain lemari yang berada di dalam ruangan Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Meski demikian, respons cepat petugas berhasil mencegah api merambat ke ruangan lain yang berada di sekitarnya.

“Yang terbakar beberapa barang inventaris, salah satunya lemari. Api cepat kita padamkan sebelum merembet ke ruangan lain,” kata Junaidi.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran terjadi, kondisi kantor relatif sepi karena sebagian besar pegawai telah pulang. Faktor ini turut meminimalkan risiko terhadap keselamatan manusia.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Tim kepolisian akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber api, termasuk kemungkinan korsleting listrik atau faktor lain yang memicu kebakaran.

Meski insiden terjadi di salah satu ruang penting di lingkungan kantor Bupati, Junaidi menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak berdampak pada operasional dan pelayanan publik. Seluruh layanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa gangguan berarti.

“Pelayanan tetap berjalan normal. Tidak menggunakan pelayanan kepada masyarakat,” kata Junaidi.

Pemerintah daerah juga telah melakukan langkah antisipatif dengan memastikan area terdampak aman sebelum kembali digunakan. Evaluasi terhadap sistem keamanan dan kelistrikan gedung pun akan menjadi perhatian guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan serta respons cepat dalam menghadapi situasi darurat, terutama di lingkungan perkantoran pemerintahan yang menyimpan banyak dokumen dan fasilitas vital. Berkat koordinasi yang sigap, kebakaran dapat dikendalikan tanpa menimbulkan dampak lebih luas bagi aktivitas pemerintahan Kabupaten Indragiri Hilir. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews