DOMPU – Bencana banjir bandang kembali melanda wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan menyebabkan dampak signifikan bagi masyarakat. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (07/01/2026) sekitar pukul 18.00 Wita dan menerjang sedikitnya tiga kecamatan, yakni Kecamatan Huu, Kecamatan Kilo, dan Kecamatan Pajo. Ratusan rumah warga terendam air, sementara sejumlah bangunan dan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat kuatnya arus banjir.
Data sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu mencatat, banjir merendam 114 rumah warga di Kecamatan Huu dan sekitar 200 rumah di Kecamatan Kilo. Selain itu, satu bangunan pondok pesantren di Kecamatan Pajo juga ikut terdampak genangan air. Tidak hanya merusak permukiman, banjir bandang ini juga menyebabkan lima rumah warga roboh akibat terjangan arus yang cukup deras.
“5 rumah warga juga roboh akibat terjangan banjir ini,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Dompu, Wan Muhtajun.
Menurut Wan Muhtajun, banjir bandang dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dalam kurun waktu cukup singkat. Curah hujan deras mulai mengguyur wilayah Dompu sejak pukul 16.00 Wita hingga sekitar pukul 18.00 Wita. Kondisi tersebut menyebabkan debit air di sejumlah sungai meningkat drastis dan meluap ke kawasan permukiman warga.
Air banjir dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 50 sentimeter di beberapa lokasi. Luapan air juga menghantam fasilitas umum, termasuk tembok area permakaman yang tidak mampu menahan derasnya arus. Akibatnya, sebuah jenazah yang baru dimakamkan selama 25 hari di area pemakaman setempat dilaporkan terangkat dan terseret aliran banjir.
“Di kuburan ini mayat yang sudah 25 hari dikubur terseret, malam ini akan diupayakan penguburan kembali,” ujar Wan Muhtajun.
Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam bagi warga sekitar, mengingat area permakaman turut menjadi korban bencana. Aparat bersama warga berupaya melakukan penanganan dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan keamanan.
Wan Muhtajun menambahkan, kondisi banjir mulai berangsur surut sekitar pukul 23.00 Wita pada hari yang sama. Setelah air surut, warga di tiga kecamatan terdampak mulai membersihkan lumpur dan material sisa banjir yang mengendap di rumah masing-masing. Aktivitas pembersihan dilakukan secara gotong royong, meski sebagian warga masih menghadapi keterbatasan peralatan.
Sementara itu, BPBD Dompu terus melakukan upaya tanggap darurat dengan memfokuskan pembersihan lumpur di sejumlah fasilitas umum. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi.
“Ini data sementara, kami masih berkoordinasi dengan dinas terkait soal data infrastruktur lain yang ikut terdampak bencana alam ini,” kata Wan Muhtajun.
Hingga saat ini, pendataan kerusakan dan jumlah warga terdampak masih terus dilakukan. Pemerintah daerah diharapkan segera menyalurkan bantuan logistik serta melakukan langkah-langkah mitigasi guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan. []
Diyan Febriana Citra.

